Lebih dari Sekadar Bangunan: Santunan Kematian, Bukti Kepedulian Pemerintah Gampong Pante Rambong

oleh

ACEHTIMUR—Cakrawalanusantaraid- Ukuran keberhasilan pemerintah gampong tidak semata-mata terlihat dari bangunan yang berdiri atau jalan yang dibangun. Di tengah masyarakat, kepedulian terhadap warga yang sedang tertimpa musibah juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab pemerintahan. Santunan kematian yang disalurkan Pemerintah Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menjadi salah satu contoh bagaimana perhatian sosial hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Pemerintah Gampong Pante Rambong kembali menyalurkan santunan kematian yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Penyaluran kali ini merupakan santunan ke-8 sepanjang tahun berjalan, diberikan kepada keluarga almarhum Angkasah Ab, warga Dusun Alue Rincong yang meninggal dunia pada 26 Oktober 2026.

example banner

Dalam pandangan penulis, pembangunan gampong tidak seharusnya hanya diukur melalui besarnya anggaran yang terserap atau banyaknya proyek fisik yang berhasil diselesaikan. Ada sisi kemanusiaan yang tidak kalah penting, yakni bagaimana pemerintah hadir ketika warganya menghadapi masa sulit.

BACA 

Kematian merupakan musibah yang meninggalkan duka bagi keluarga. Dalam situasi seperti itu, santunan mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan orang tercinta, tetapi bantuan tersebut dapat menjadi wujud perhatian sekaligus meringankan sebagian beban keluarga yang ditinggalkan.

Penyaluran santunan hingga delapan kali sepanjang 2026 di Gampong Pante Rambong patut menjadi perhatian sebagai bentuk pelaksanaan program sosial di tingkat desa. Namun, kepedulian yang baik juga harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang tertib, transparan, serta sesuai ketentuan penggunaan Dana Desa.

Dana Desa merupakan amanah publik. Karena itu, setiap program yang dibiayai melalui anggaran tersebut perlu memiliki dasar yang jelas, mekanisme penyaluran yang dapat dipertanggungjawabkan, dan penerima yang sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, nilai kemanusiaan dan prinsip akuntabilitas dapat berjalan bersama.

BACA  Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda, Rampas 08 Tebo Ingatkan Generasi Muda Jangan Lupakan Sejarah

Penyerahan santunan dilakukan oleh Keuchik Gampong Pante Rambong, Hermanto, didampingi kepala dusun, imam dusun, Imum Mukim Kemukiman Blang Seunong, serta anggota Tuha Peut.

Santunan diterima oleh Muslem Angkasah, anak kandung almarhum, yang mewakili keluarga dalam menerima bantuan tersebut.

Kehadiran unsur pemerintahan gampong, tokoh agama, dan unsur kemukiman dalam penyerahan santunan memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan sosial tersebut.

Bagi keluarga yang sedang berduka, perhatian seperti ini memiliki makna tersendiri. Bukan hanya bantuan secara materi, tetapi juga bentuk kehadiran lingkungan pemerintahan dan masyarakat pada saat keluarga menghadapi kehilangan.

BACA  Tanamkan Nilai Keagamaan, SDN Madat Gelar Latihan Dzikir Menyambut Maulid Nabi

Penyaluran santunan kematian di Pante Rambong memberikan gambaran bahwa pembangunan gampong memiliki dimensi yang lebih luas daripada infrastruktur. Program sosial juga menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan manfaat anggaran bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan program semacam ini tidak cukup dinilai dari jumlah santunan yang telah disalurkan. Hal yang tidak kalah penting ialah konsistensi pelaksanaan, ketepatan sasaran, dan keterbukaan pengelolaan anggarannya.

Bagi Pemerintah Gampong Pante Rambong, santunan kematian ke-8 sepanjang 2026 menjadi momentum untuk terus menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelayanan sosial.

Sebab, pemerintahan yang dekat dengan masyarakat bukan hanya terlihat ketika meresmikan pembangunan, tetapi juga ketika hadir di tengah warga yang sedang berduka.

No More Posts Available.

No more pages to load.