DPRD Kota Binjai menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia

oleh

BinjaiCakrawala Nusantara Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, DPRD Kota Binjai menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disiarkan secara langsung melalui live streaming dari Gedung DPR/MPR RI, Jumat (15/8).

 

example banner

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Binjai ini dihadiri oleh Wali Kota Binjai Amir Hamzah, beserta Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, Wakil Ketua II DPRD Kota Binjai Juli Sawitma Nasution. Turut hadir pula para unsur Forkopimda Kota Binjai, Plh. Sekretaris Daerah Kota Binjai Eka Edi Syahputra, para anggota DPRD Kota Binjai, Staf Ahli Wali Kota, Asisten Setdako Binjai, para Pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

BACA  Mancing Bersama, Solid Bersama: Lapas Bengkalis Gelar Turnamen Memancing Pegawai

 

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sistem demokrasi pemerintahan yang transparan, di mana kekuasaan harus terus diawasi agar tetap berpihak kepada rakyat. Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui ketersediaan pangan bergizi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, salah satunya melalui program swasembada pangan.

BACA  Dinilai Tidak Transparan, Pengelolaan Anggaran BUMDes Nagur Dipertanyakan.

 

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan strategi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Ia menekankan bahwa penggunaan data ini menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang tepat sasaran dan berkeadilan.

BACA  Dugaan Praktik "Pinjam Bendera" dan Proyek Tak Transparan: Pembangunan Jalan Usaha Tani Dinas Pertanian Sergai Disorot.

 

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan demi kepentingan pribadi, dan menegaskan kembali pentingnya penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu.

 

Menutup pidatonya, Presiden mengucapkan “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80,” seraya menyampaikan harapan agar Indonesia terus menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur, serta mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang mandiri.

 

S. S

Tentang Penulis: Jomsen Silitonga Jurnalis Nganjuk

Gambar Gravatar
Kejujuran adalah modal utama

No More Posts Available.

No more pages to load.