Dua Minggu Pasca Aduan, Warga Dusun 6 Bogak Besar Tagih Realisasi Komitmen Pemdes dan Camat Terkait Dampak Usaha Ternak Ayam.

oleh

SERGAI – CN – Masyarakat Dusun 6 Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) kini tengah menanti sikap tegas dan komitmen nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak Besar serta pihak Kecamatan Teluk Mengkudu. Hingga Senin (13/07/2026), aduan masyarakat tertanggal 1 Juli lalu terkait dampak negatif usaha ternak ayam belum kunjung menunjukkan realisasi penyelesaian.

Warga mengeluhkan masalah klasik yang terus melanda pemukiman mereka, mulai dari serbuan lalat, agas, kutu ayam, hingga bau menyengat yang mengganggu kenyamanan hidup sehari-hari.

example banner

Guna mengumpulkan informasi berimbang, awak media melakukan konfirmasi via WhatsApp kepada Kepala Dusun (Kadus) 6 Alwi, Kepala Desa (Kades) Bogak Besar Rustam, serta Camat Teluk Mengkudu Azwein Fadly pada Senin (13/07/2026).

Saat dikonfirmasi, Kadus 6 Alwi memberikan respons singkat. “Wa Alaikum salam….. Terkait laporan warga masalah yang Abang maksud sudah diterima dan untuk itu Abang tanyakan saja dengan Kades,” ujarnya.

BACA  Usai Somasi Beredar, Penjual Tanah di Kediri Pertanyakan Klausul Jalan 12 Meter yang Diaku Tak Pernah Disepakati

Namun sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, Kades Bogak Besar Rustam belum memberikan jawaban resmi. Meski pesan konfirmasi telah dibaca (berstatus centang biru) dan dihubungi via telepon seluler, yang bersangkutan tidak memberikan respons.

Di sisi lain, Camat Teluk Mengkudu Azwein Fadly memberikan penjelasan saat dihubungi melalui telepon. Menurutnya, pihak kecamatan telah mempertanyakan kendala ini kepada pemerintah desa.

“Sudah kita pertanyakan ke pihak desa, dan pihak desa mengatakan bahwa masyarakat menginginkan lokasi pertemuannya di rumah masyarakat Dusun 6, sementara pihak desa menginginkan di kantor desa. Jadi itu salah satu yang jadi permasalahan,” jelas Camat.

Menyikapi kebuntuan lokasi tersebut, Camat mengaku telah menginstruksikan langkah persuasif. “Jadi saya perintahkan untuk bernegosiasi secara persuasif agar pertemuannya di desa, karena ini masalah desa. Saya juga secepatnya akan ke desa guna menyelesaikan permasalahan ini,” tambah Azwein Fadly.

BACA  Tak Terima Kritik Atas Penebangan Pohon Secara Masal, Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan Bungkam

Sementara itu, perwakilan masyarakat Dusun 6, Zainul Haris, bersama warga lain yang enggan disebutkan identitasnya, menegaskan alasan di balik tuntutan mereka. Warga mendesak adanya diskusi langsung antara masyarakat dengan pengusaha ternak ayam yang difasilitasi pemerintah Desa dan kecamatan dirumah warga/tokoh masyarakat Dusun 6, guna melihat langsung dampak yang dikeluhkan masyarakat dan juga ini permasalahan dusun 6.

“Supaya ada realisasi yang jelas tentang keseriusan penanganan limbah bau, penyebaran lalat, kutu ayam, dan agas. Selama ini kami masyarakat Dusun 6 hanya dijanjikan saja tentang pencegahan dan antisipasi wabah penyebaran lalat,” kata Zainul pada Senin malam (13/07).

Zainul membeberkan bahwa aduan ini bukan yang pertama kali. Berdasarkan catatannya, rencana pertemuan kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Atas dasar itulah, warga menuntut kepastian hukum yang mengikat.

BACA 

“Kami meminta atas nama masyarakat Dusun 6 supaya ada Nota Kesepakatan Bersama yang dilakukan pihak pimpinan perusahaan ternak ayam dengan masyarakat Dusun 6 yang diketahui oleh pihak Pemdes Bogak Besar, agar kedepannya lingkungan kami bebas dari limbah bau dan penyebaran lalat,” tegasnya.

Terkait perdebatan lokasi pertemuan, Zainul menyatakan warga memiliki alasan kuat mengapa bersikeras meminta mediasi dilakukan di pemukiman warga, bukan di kantor desa.

“Ini merupakan problem yang terjadi di lingkungan masyarakat Dusun 6, jadi kami berharap pertemuan ini harus dilakukan di rumah warga masyarakat Dusun 6. Kami berharap pengertian dari pihak Pemdes dan kecamatan dalam keinginan masyarakat ini, karena kita sudah belajar dari sebelum-sebelumnya,” pungkas Zainul.  (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.