Selayar.CN- Personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Polres Kepulauan Selayar yang diberangkatkan untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa telah tiba di Pulau Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, Jumat (17/7/2026) malam.
Pemberangkatan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Kapolres Kepulauan Selayar Nomor: Sprin/323/VII/HUK.6.6/2026 tentang pelaksanaan bantuan pencarian dan evakuasi korban KLM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu.
Sebanyak 14 personel BKO Polres Kepulauan Selayar diberangkatkan pada Jumat (17/7/2026) pukul 08.00 Wita melalui Pelabuhan Pattumbukang, Kecamatan Bontosikuyu, menuju Kecamatan Pasimasunggu guna memperkuat unsur pencarian di lapangan.
Tim dipimpin oleh IPDA Adetiawarman, S.Sos., M.M., selaku KBO Sat Polairud Polres Kepulauan Selayar yang bertindak sebagai Perwira Pengendali (Padal). Personel yang diberangkatkan terdiri dari 6 anggota Sat Polairud, 4 anggota Sat Samapta, 2 anggota Sat Reskrim, dan 2 anggota Sat Intelkam.
Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih sebelas jam, rombongan tiba di Pelabuhan Benteng Jampea sekitar pukul 19.25 Wita. Selanjutnya, seluruh personel bergerak menuju Mapolsek Pasimasunggu dan tiba sekitar pukul 19.30 Wita.
Kedatangan personel BKO disambut langsung oleh Kapolsek Pasimasunggu IPTU Haryanto bersama jajaran personel Polsek Pasimasunggu. Selanjutnya personel melaksanakan istirahat, makan, dan persiapan sebelum bergabung dalam operasi pencarian yang akan kembali dilanjutkan di wilayah perairan sekitar Pulau Polassi.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil. mengatakan, pengerahan personel tambahan merupakan bentuk komitmen Polres Kepulauan Selayar untuk memperkuat operasi kemanusiaan bersama Basarnas, TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh unsur SAR yang terlibat.
“Operasi pencarian ini adalah misi kemanusiaan. Kami menambah kekuatan personel agar pencarian dapat dilakukan secara maksimal bersama seluruh unsur SAR. Kami berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel yang bertugas mengingat kondisi cuaca di lokasi masih cukup menantang,” ujar Kapolres.
Hingga memasuki hari ketiga pelaksanaan operasi SAR, upaya pencarian yang melibatkan KRI Marlin, armada kapal rakyat, Basarnas, TNI AL, Polairud, serta seluruh unsur SAR gabungan masih terus dilakukan di sejumlah titik pencarian di perairan barat Pulau Polassi. Tim gabungan masih berupaya menemukan 27 korban yang hingga kini masih dinyatakan belum ditemukan.
Kapolres Kepulauan Selayar juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa, khususnya kepada keluarga korban yang telah meninggal dunia.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Polres Kepulauan Selayar, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap AKBP Didid Imawan.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan para korban yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian diberikan kelancaran, seluruh personel yang bertugas senantiasa diberikan keselamatan, dan 27 korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Kami bersama seluruh unsur SAR akan terus berupaya semaksimal mungkin hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tutupnya.( Ucok Haidir )










