Proyek Pipa Gas Dusem Ganggu UMKM, Warga Kembali Bersitegang dengan Pihak KSO

oleh
oleh

ROKAN HILIR.CN- Kesabaran warga, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Simpang Riset, KM 1 Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, kembali diuji. Pasalnya, bekas galian proyek pemasangan pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang telah ditimbun tak kunjung dipadatkan hingga mengganggu aktivitas usaha warga.

Merasa tak kunjung mendapat kepastian, sejumlah warga akhirnya mendatangi kantor Kerja Sama Operasi (KSO) pelaksana proyek yang berada persis di seberang tempat usaha mereka, Selasa (3/11/2026) petang.

example banner

Aksi spontan tersebut sempat memanas setelah seorang petugas keamanan (security) menanggapi keluhan warga dengan menyebut kondisi jalan rusak akibat hujan.

“Ya namanya hujan,” jawab petugas keamanan tersebut ketus sembari meninggalkan warga yang berada di teras kantor.

Bahkan, warga sempat berniat membawa lumpur yang menggenangi depan tempat usaha mereka ke kantor KSO sebagai bentuk protes. Namun, niat tersebut urung dilakukan setelah seorang pria yang mengaku sebagai humas datang dan menjanjikan alat berat jenis vibro roller serta excavator mini akan diturunkan untuk melakukan pemadatan.

BACA  Polsek Kuantan Tengah Musnahkan Rakit PETI Jenis Dompeng di Beringin Taluk

Meski demikian, warga tetap mendesak agar alat berat segera didatangkan. Mereka mengaku sudah terlalu sering menerima janji tanpa realisasi.

Salah seorang pengusaha warung ayam penyet, Wandi, mengaku sangat dirugikan akibat kondisi halaman tempat usahanya yang becek dan berlumpur. Kondisi tersebut membuat pelanggan enggan singgah.

“Dari awal dijanjikan mau dipadatkan, tapi sampai sekarang belum juga dilakukan. Ini ditambah lagi turun hujan, semakin parah,” ungkap Wandi.

Keluhan serupa disampaikan Santoso, pemilik usaha bengkel tempel ban. Ia mengatakan, kondisi halaman depan bengkelnya kini bukan sekadar berlumpur, melainkan sudah digenangi air.

“Jelas kami kecewa, sudah beberapa hari kami tidak ada pelanggan karena kondisi halaman seperti ini. Kami minta hanya dikembalikan seperti semula, syukur-syukur dikasih kerikil,” ujar Santoso.

Di lokasi, Humas KSO Amir Harahap bersama humas subkontraktor berupaya meyakinkan warga bahwa alat berat akan diturunkan malam ini dan pemadatan dilakukan keesokan harinya.

BACA  Slogan Polisi Melindungi, Mengayomi dan Melayani Dipertanyakan! Ketum DPP GNI: Jangan Hanya Manis di Spanduk, Buktikan di Lapangan

Namun, pembicaraan sempat memanas ketika Amir menjelaskan bahwa alat berat Bomag atau vibro roller masih bekerja di kawasan Kampung Lalang.

“Alat ada tapi masih di daerah Kampung Lalang, kalau kita bawa kemari kan tentu biaya lagi,” ungkap Amir.

Pernyataan tersebut justru memancing kekecewaan Santoso dan warga lainnya. Mereka menilai pihak pelaksana seharusnya lebih mengutamakan pemulihan kondisi lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak.

Santoso menegaskan, dirinya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Ia hanya ingin kondisi tanah di depan bengkelnya dikembalikan seperti semula agar tidak terjadi genangan air setiap kali hujan turun.

“Saya orang sini,” kata Santoso.

“Saya juga orang sini,” jawab Amir.

“Iya, tahu saya abang orang sini,” balas Santoso.

Sebelumnya, Ginting, pemilik usaha toko buah di kawasan tersebut, bahkan telah berinisiatif membeli batu kerikil untuk membantu mengatasi kondisi halaman usahanya. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil karena pemadatan oleh pihak kontraktor belum juga dilakukan dengan alasan alat berat masih berada di titik pekerjaan lain.

BACA  Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Dalam aksi tersebut, Dankoti Pemuda Pancasila Rokan Hilir, Bedman Siahaan bersama sejumlah anggotanya turut turun ke lokasi untuk memberikan dukungan kepada warga.

Setelah Amir dan pihak humas subkontraktor memastikan alat berat akan diturunkan malam itu dan pemadatan dilakukan keesokan harinya, warga akhirnya membubarkan diri.

Warga berharap janji tersebut benar-benar direalisasikan, bukan kembali menjadi janji tanpa kepastian. Sebab, dampak pekerjaan proyek tidak hanya menyangkut kondisi jalan, tetapi juga menyentuh langsung keberlangsungan usaha kecil masyarakat setempat.

Dan dari informasi pemilik usaha, alat berat Bomag malam ini sudah berada di Simpang Riset untuk melakukan pemadatan keesokan harinya.

Diketahui, proyek pemasangan pipa gas Dusem Segmen 2 jalur Stasiun Labuhan Batu–Duri yang mencakup wilayah Rantau Prapat hingga Dumai dikerjakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia. (M.R)

No More Posts Available.

No more pages to load.