Tanjungbalai (CN) Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Wanita Indonesia (DPP-LWI) Mahyuna Ritonga menyampaikan orasi didepan Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagper) kota Tanjungbalai pada Jum’at (3/2) terkait dugaan alih fungsi Pasar Arkako menjadi usaha dagang panglong yang berada di Kelurahan Sei Raja Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai.
Pada saat ketua DPP-LWI Mahyuna Ritonga menyampaikan orasinya hampir saja terjadi kericuhan pasalnya salah seorang staf di dinas tersebut memprotes serta menunjuk nunjuk Yuna ketika sedang menyampaikan orasinya.
Yuna mengatakan sikap staf tersebut adalah sikap seperti orang yang tidak berpendidikan dan telah memberikan contoh yang tidak baik untuk masyarakat.
“Anda seperti orang yang tidak berpendidikan dan telah memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat padahal anda adalah seorang ASN yang harus menjaga etika dan menunjukkan karakter yg baik untuk masyarakat.” tegasnya
Ia juga menambahkan seorang staf adalah cerminan dari pemimpinnya. Jadi dapat diduga bahwa pemimpinnya tidak pernah memberikan pembelajaran yang baik kepada bawahannya maka hari ini dapat di nilai bahwa kepala Disdagper belum layak untuk menduduki jabatan sebagai kepala Dinas dan hasil dari seleksi Assesmennya pantas dipertanyakan.(Ani)










