BANNER IKLAN

Lauching Toko Tani Indonesia Center di Kabupaten OKU

oleh -215 views
oleh

OKU| CN- Sekda Kab OKU Ahmad Tarmizi, secara resmi melaunching Toko Tani Indonesia Center (TTIC)  Kab OKU di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Baturaja, Selasa 15/9/2020.

Pada kesempatan tersebut, Sekda mengatakan, ketersedian pangan yang cukup, aman dan bermutu merupakan syarat utama yang harus dipenuhi pemerintah dalam mencakupi kebutuhan pangan bagi masyarakat. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri pangan sangat krusial bagi kehidupan manusia.

Dia menilai, kenaikan harga kebutuhan pangan pokok yang tiap tahunnya terjadi, menjadi masalah rutin bagi masyarakat dan pemerintah.

BACA  Kontribusi 13,3 Persen, Deliserdang Penyangga Perekonomian Sumut

“Kenaikan harga pangan akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat (akses pangan), yang dapat berdampak terhadap situasi dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga dan individu,” ujarnya.

Sementara, kepala Dinas ketahanan Pangan Supriono mengatakan, melakukan terobosan untuk solusi permanen dalam rangka stabilisasi harga pangan melalui penumbuhan TTI , dengan tujuan menyerap produk pertanian, memperpendek rantai distribusi pemasaran dan memberikan kemudahan akses pangan konsumen atau masyarakat.

BACA  Tak Terima Anaknya dijadikan Tersangka, Seri Murni Pangaribuan Tuntut Keadilan kepada Penegak Hukum

Tahun ini, merupakan tahap awal penumbuhan TTI sebagai pilot project dengan sasaran 16 Gapoktan yang ada di Kab OKU .

“Diharapkan agar TTIC dilakukan secara berkelanjutan serta bersinergi dengan kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh Bulog dalam kegiatan pasar murah” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Taufik Gunawan melalui Nasratul Auda mengatakan pihaknya mengakomodir  Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Sumsel. Seperti, Kabupaten Banyuasin, OI, OKI, OKU Timur, Mura, Lubuklinggau dan Lahat.

BACA  Kapolres AKBP Jhon Hery Rakutta Sitepu Kunjungan Silaturahmi Kekantor MUI Sergai

Lebih lanjut dia mengatakan ” saat ini sudah terbentuk 7 TTIC di provinsi Sumsel ini ” kata dia, produk yang dijual ini memang hasil dari Gapoktan yang ada di Sumsel ini.

Dijelaskannya juga, dengan adanya pemasaran beras dari Gapoktan selaku produsen langsung ke pasar tingkat kosumen di Sumsel, sehingga membantu penstabilan harga, produsen dapat menikmati harga layak dan konsumen membeli dengan harga yang lebih murah “terangnya.

(Salahudin A. K &  Amelia)

No More Posts Available.

No more pages to load.