Saling Lempar Bola Soal Pembangunan Sistem Pemantau Kualitas Udara di Banyuasin 

oleh
oleh

Banyuasin| CN-  Saling lempar bola antar dinas terkait terjadi ketika disoal tentang pembangunan sistem informasi pemantau kualitas udara di Banyuasin.

Kabarnya, bangunan yang cukup lumayan megah itu menelan angaran sebesar Rp1.524.631.350.00, yang dikerjakan oleh CV TESLA selama 60 hari.

example banner

Ada yang aneh, sebab ketika beberapa pihak dikonfirmasi terkait hal itu, masing-masing seakan buang badan.

Salah satu pekerja harian mengaku tidak mengetahui siapa orang yang mengerjakan proyek tersebut ” pemborongnya kami tidak kenal, kami tidak tahu apa apa, bahkan yang memiliki CV nya juga belum tahu kalau bapak ingin tahu pemborongnya, cobalah tanyakan kepada kantor Dinas perizinan, mungkin mereka yang tahu jelas ” ucap salah satu pekerja kepada awak media.

BACA  Irwan Nelayan Asal Dusun Bangsian Desa Mekar Indah Berbuah APresiasi Istimewa Dari Pangdam XVI / Hasanuddin Bangun Narawako

Namun ketika dikonfirmasi ke dinas perizinan setempat, mereka malah ‘melempar’ nya ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

” bangunan yang berdiri tepatnya di depan kantor kami itu bukan dari dinas perizinan, tapi dari dinas linkungan hidup ” beber seorang staf berinisial DI.

BACA  Antisipasi Balap Liar & Premanisme - Tim Raga Res Kampar Patroli Malam,Situasi Aman

Ironisnya, hal serupa juga terjadi di DLH. seorang staf mengatakan bahwa pihaknya juga belum mengetahui hal itu ” belum tahu kalau pekerjanya dari kantor dinas DLH, coba tanyakan ke pak abas bendahara disini ” katanya.

Hal ini parah, karena ternyata orang yang dimaksud tidak berada ditempat. Dan saat dihubungi berkali-kali beliau tidak menjawab.

Ketika di konfirmasi via WA beliau mengatakan bahwa dirinya sedang berada diluar.

BACA  Polres Tebing Tinggi Sambangi Warga, Sampaikan Himbauan Kamtibmas ditengah Gangguan Listrik

” hari ini saya belum bisa karena saya lagi dinas luar di kecamatan pulau Rimau ” katanya lewat pesan singkat.

Selang berganti hari, awak media mencoba mengkonfirmasi ulang, namun tidak ada jawaban dari beliau. Tiga hari kemudian di hubungi lagi lewat whatsupp, namun abas selalu mengelak, tidak mengindahkan konfirmasi dari awak media.

Sampai berita ini di terbitkan, Sabtu (28/11) Abas tidak bisa menjawab, dan beralasan sibuk dinas luar. (Pahrul)

No More Posts Available.

No more pages to load.