Subulussalam| CN- Salah satu jalan di Desa tertua di Kecamatan Kota Baharu, tepatnya Kampung Mukti Lincir yang terletak di daerah pedalaman, kondisinya sangat memprihatinkan. Sebab lintasan jalan sudah berlobang, becek, dan putus-putus.
Pasalnya, dari Sembilan desa yang ada di Kecamatan Kota Baharu, jalan lintas menjadi kendala buat warga saat berpergian, hampir sepanjang jalan lintas kecamatan tersebut kondisinya sangat buruk. Ditambah lagi tepi jalan terdapat jurang dan tebing yang cukup curam.
Padahal desa tersebut menghubungkan Kecamatan Longkib Kota Subulussalam dan Desa Sumber Mukti Kecamatan Kota Baharu.
Kepala Kampung Desa Mukti Lincir Sebtuwanto mengatakan kepada awak media ” semenjak dibukanya jalan sebagai alat transportasi menuju desa dari tahun 1986 sampai dengan 2020 sekarang, selama 34 tahun lebih jalan itu sekali pun belum pernah disentuh oleh pemerintah baik dari provinsi maupun daerah. Selaku kepala desa sekaligus mewakili masyarakat Mukti Lincir, kami berharap agar pemerintah mau memperbaiki karena jalan tersebut jalan satu-satunya sebagai alat transportasi menuju ke desa maupun sebaliknya,” kata Kepala desa, Jum’at (13/11/2020).
Harapan kami, sambung Kades ” supaya segera diperbaiki jalan itu. agar saat warga berpergian bisa lebih aman saat mengendarai, kalau pun seandainya tidak bisa dilakukam pengaspalan, minimal pengerasan jalan,” harap Sebtuwanto.
Masih kata Sebtuwanto ” Demi masyarakat bahagia dan agar tidak kesusahan saat berpergian, kepala kampung berupaya memperbaiki jalan tersebut dengan menggunakan uang pribadi, alhamdulillah jalan tersebut sekarang sudah lumayan baik dari sebelumnya, karena ada kesadaran warga tentang jalan satu-satunya sehingga para warga melakukan gotong royong beberapa hari yang lalu untuk memperbaiki, sekaligus swadaya masyarakat walaupun masih ada sebagian jalan agak susah di lintasi ” bebernya.
Lebih jauh ia mengungkapkan ” akan tetapi menjadi kendala apabila saat musim hujan, jalan akan becek dan licin membuat para pengendara harus berhati-hati saat melintasi dan bahkan kendaraan roda empat sering mogok di akibat jalan yang sangat licin. “Saya rela uang saya terpakai demi memperbaiki jalan tersebut karena jalan itu satu-satunya yang diharapkan warga saat melakukan aktivitas sehari-hari, saya rasa gecik lain pun akan melakukam hal serupa seperti yang kulakukan demi warga ” tandas Gecik Sebtuwanto. (Jun)













