Subulussalam| CN- Lembaga pemerhati suku Singkil kota Subulussalam, menyayangkan cat makam ulama kharismatik Aceh diduga tidak sesuai dengan filosofi adat lambang rambu-rambu khusus budaya adat suku Singkil, Rabu (23/12/20).
Berdasarkan warna rambu-rambu adat suku Singkil pengertianya (merah) artinya Panglima (Putih) artinya Ulama (Kuning)artinya Raja (Hijau) Rakyat (Hitam) artinya Tabib seharusnya pemerintah kota Subulussalam instansi Dinas terkait mengikuti berdasarkan rambu-rambu adat Budaya suku Singkil.
Rahmat selaku kepala bidang budayawa aceh (LPS2) meminta instansi terkait untuk menyesuaikan warna makam ulama Kharismatik aceh syekh Hamzah Fansuri dengan memakai warna putih sebagai lambang simbol warna Ulama,
Yang sudah dari jaman dahulunya membuat makna warna rambu-rambu atau tabir-tabir adat istiadat budaya suku singkil yang memeluk agama islam seratus persen.
Jangan seolah-olah makam ulama kharismatik aceh itu terkesan ada kaitanya dengan warna partai politik, seharusnya cat makam ulama Kharismatik itu memakai warna putih sesuai dengan simbol adat istiadat suku Singkil. Ujarnya”.
Rahmat berharap melalui panggilan walikota subulussalam pemerintah kota Subulussalam melalui dinas instansi terkait dapat merubah warna Makam Ulama Di kota Subulussalam, menunjuk ke netralan terhadap warna Makam.
Karna putih itu melambangkan kesucian bagi kita “,cetusnya.(Jun/ipong)













