Muara Enim| CN- Proyek rehap sebuah jembatan di Desa Embacang Kelekar Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim dinilai tidak transparan. Dan pihak pelaksana diduga mengerjakannya asal poles, atau asal-asalan.
Pasalnya, awal rehap pembangunan kaki penyanggah jembatan dinilai warga masih memakai bahan lama, dan tidak diganti dengan yang baru. Selain itu, proyek rehap jembatan tersebut tidak memampangkan papan proyek.
Hal itu dikeluhkan aktifitis Dapil 3 Kabupaten Muara Enim, Marsidi, kepada media ini ia mengungkapkan ” keberadaan proyek rehap jembatan di Desa Embacang Kelekar Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim dinilai tidak jelas dan tidak sama sekali teransparan kepada publik.
“Kita lihat saja dilapangan tidak ditemukan papan proyek, dan tiang penyangga jembatan masih yang lama dipakai dan itu bisa saja berbahaya bagi warga,” katanya.
“Harus jelas pada publik terkait apapun aktifitas proyek yang menggunakan uang negara. Agar selaku aktifis maupun warga puas atas hasil proyek itu, ungkap Marsidi, didampingi warga lain.
Dikatakannya, pihak pelaksana proyek juga sulit dihubungi. Sangat diragukan pembangunan rehap jembatan ini dan patut dipertanyakan serta patut diperiksa oleh pihak yang terkait, karena diduga pekerjaannya asal poles, yang penting cantik warna cat tanpa memperhatikan kualitas Jembatan itu,” cetus Marsidi kepada media ini, Selasa (29/12/2020).
Hal senada juga dikatakan Sai’in (35), warga Zona Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Sai’in memgungkapakan ” bahwa rehap jembatan tersebut sepertinya bernilai ratusan juta meskipun tanpa papan proyek, namun mirisnya pekerjaannya diduga asal poles. Dan yang lebih dikhawatirkan tiang penyangga jembatan tidak diganti dan masih yang lama.
“Sepintas memang cantik jembatan ini karena didominan oleh warna cat, namun perlu diketahui hampir rata-rata rehap jembatan tersebut masih menggunakan bahan atau matrial yang lama,” keluh pria tersebut.
Pantauan media ini dilokasi, rehap jembatan kini telah dilintasi aktifitas masyarakat. (Salahudin. Ak)














