Lecehkan Wartawan, Kepsek SDN 05 Minta Maaf

oleh
oleh

Lampung Utara| CN- Kepala Sekolah SD Negeri 05 Madukoro, Kabupaten Lampung Utara Dwi mengaku bersalah dan minta maaf karena menghina Jurnalis disalah satu Media online, Rabu 16/03/2021.

example banner

Hal tersebut bermula saat salah satu jurnalis media cetak dan online  yang menemui oknum Kepala Sekolah (Dwi Margiyati) untuk melakukan konfirmasi terkait kesiapan sekolah tersebut terkait sekolah tatap muka dan sekaligus ingin mengajak bermitra kerjasama berlangganan koran.

BACA  Swasembada Pangan Jagung Pipil Nasional, Polres Inhu Tanam hingga Pantau Perkembangan Tanaman

Namun dengan nada meremehkan, Dwi balik menanyakan lebih baik jualan daster pak pasti saya beli ditimbang menawarkan koran dengan saya”, ujarnya Rabu 10/03/2021.

“Tanggapan Kepala Sekolah tidak enak, dia malah menyebut daripada menawarkan koran lebih baik jualan daster ,” kata tabrani.

Tak terima dengan ucapan itu, Tabrani bersama berapa awak media lain menerbitkan berita berjudul “Hina Wartawan, Kepsek SDN 05 Madukoro: Dari Pada Jualan Koran, Lebih Baik Bapak Jualan Daster”.

BACA  Polisi Cinta Petani Hadir di Tengah Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Peranap Aipda Nopendra Hariyadi Monitoring Panen Semangka Milik Kelompok Tani Desa Pandan Wangi

Tas hal itu,  Kepala sekolah Dwi Margiyati ingin mengkalarifikasikan atas ucapannnya tersebut kepada media jurnal reformasi, Selasa 16/03/2021.

Dwi mengatakan “ sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada media  atas ucapan saya kemarin yang tak pantas bicara seperti itu. Namanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, setiap ucapan pasti ada kalanya salah dan jadi pelajaran buat kedepannya, gakkan diulangi lagi” ungkapnya.

BACA  Bakti Religi Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Tebing Tinggi Bersihkan Mushola

Sementara Tabrani mengatakan “Ya saya terima maafnya buk Dwi karena sudah menyadari ucapannya.

Buat kedepannya kalau bisa jangan terulang lagi baik dengan saya maupun kepada rekan-rekan media lainnya.

Kami media selaku sosial kontrol di lapangan, itu juga kalau ada kegiatan disekolah “tutupnya. (Susi)

No More Posts Available.

No more pages to load.