Pemkab Pakpak Bharat Laksanakan Vaksinasi

oleh
oleh

Pakpak Bharat| CN- Pemkab Pakpak Bharat, menggelar vaksinasi massal yang berlangsung di Puskesmas Salak. Kepala Puskesmas Salak dr. Elpina Siska Sitepu yang juga sebagai penanggung jawab pelaksanaan vaksinasi Covid-19 menerangkan jalannya proses vaksinasi.

Dikatakan ” kami sudah lakukan vaksinasi sejak awal dimulainya pelaksanaan vaksinasi covid-19 oleh Pemerintah Pakpak Bharat beberapa waktu lalu, sampai saat ini belum ada kendala khusus yang kami alami dalam hal pelaksanaan vaksinasi ini.

example banner

Dosis vaksin dikirim dari Dinas Kesehatan sesuai permintaan kita setiap hari. Tekad dan semangat kami sama seperti awal adanya pandemi ini, kita akan terus melawan semampu kita, kita tidak akan menyerah terhadap virus ini, dan hal ini yang selalu saya tekankan kepada semua teman-teman tenaga medis di sini. Untuk Pakpak Bharat yang sehat kami tetap semangat ” ungkap dr. Elpina.

Dari pantauan, antusiasme para penerima vaksin tergolong tinggi, antrian panjang setiap hari terjadi di Puskesmas yang saat ini menjadi salah satu basis pelaksanaan vaksinasi covid-19 di wilayah Pakpak Bharat ini.

Petrus Saragih, SE saat ditemui usai menerima suntikan vaksin mengaku sangat bersyukur telah selesai menerima dua kali suntikan vaksinasi. Dia yang sehari-harinya banyak berhubungan langsung dengan masyarakat khususnya dalam hal kepengurusan administrasi kependudukan memandang langkah Pemerintah untuk memberikan vaksinasi dengan mengutamakan tenaga kesehatan serta petugas layanan masyarakat adalah sebuah langkah yang sangat tepat.

BACA  Kapolres Kampar Hadir Upacara Serah Terima Jabatan Danyonif 132/bs – Sinergi Tni-polri Perkuat Keamanan Daerah

” Puji Tuhan pagi ini vaksin kedua sudah kelar, kami akan tetap melayani dengan sehat, salam damai, ungkap Petrus Saragih.

Sementara Wesli Berasa, Anak salah seorang petugas vaksinator mengatakan, sampai saat ini kendala yang dia hadapi adalah manakala ditemukan sasaran  penerima vaksin yang takut menerima suntikan, sehingga terkadang merepotkan para petugas ”  ada kemarin yang bahkan sampai melarikan diri, tetapi kami selalu upayakan secara lembut dan persuasif sehingga para calon penerima vaksin ataupun sasaran penerima merasa nyaman saat menerima suntikan vaksin ”

” Kami para petugas disini selalu punya trik untuk membuat mereka senyaman mungkin ” ungkap Wesli Berasa menjelaskan.

Sementara Erwinsyah Berutu yang juga telah menerima suntikan vaksin kedua mengatakan sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan saat menerima suntikan vaksin.

BACA  Marak Peredaran Rokok Ilegal di Kuansing, Ketua Pemuda LIRA Riau Desak APH Tangkap Pemilik Toko Damai Sungai Jering

” Tidak jauh beda seperti kita menerima suntikan biasa saat kita demam atau gejala sakit lainnya, jadi saya rasa tidak perlulah merasa takut atau bagaimana, ini saya telah selesai disuntik untuk kedua kalinya, baik-baik saja dan semoga kita sehat-sehat kedepannya, ucap ” Erwinsyah.

Sementara,  Kepala Dinas Kesehatan Pakpak Bharat dr. Thomas, MM melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dr. Pintar Manihuruk menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi oleh timnya dilapangan dalam pelaksanaan vaksinasi massal, diantaranya adalah terbatasnya jumlah kuota vaksin yang dikirim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

” Sampai saat ini Rabu (23/3/2021) di Pakpak Bharat kita baru memberikan suntikan vaksin kepada sekitar 539 orang tenaga kesehatan dimana 529 orang diantaranya telah menerima suntikan vaksin kedua, 349 tenaga publik lainnya termasuk diantaranya adalah ASN, TNI, POLRI Angota DPRD serta petugas layanan lainnya,  dimana 143 orang diantaranya telah menerima suntikan vaksinasi kedua ” katanya.

” Kita akan terus upayakan pelaksanaan vaksinasi sampai seluruh warga Pakpak Bharat yang berhak menerima vaksin, dan yang sesuai ketentuan akan divaksin dengan target dan waktu pelaksanaan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Pusat ” ujar Pintar.

BACA  Kapolsek Salapian Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran, Wujud Kepedulian Polri

Hal ini juga sejalan dengan apa yang telah disampaikan oleh Bupati kita, Bapak Franc Bernhard Tumanggor beberapa waktu lalu, supaya Kabupaten Pakpak Bharat segera kembali kezona hijau dan bersih dari covid-19, karena adanya pandemi ini benar-benar sangat mengganggu segala sektor terutama sektor ekonomi di masyarakat.

Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah terutama masalah keterbatasan jumlah vaksin yang kita terima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, kemudian adanya keengganan dan rasa takut bagi penerima vaksin sehingga tidak bersedia divaksin, pandangan sebagian warga yang masih belum percaya sepenuhnya bahwa virus ini (covid-19) benar-benar ada, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat vaksin covid-19.

Untuk efek samping dari vaksin ini belum ditemukan efek serius selain efek ringan misalnya timbulnya rasa kantuk, pegal pada area yang disuntik dan sebagainya, ” Urainya.(Js)

No More Posts Available.

No more pages to load.