Pupuk Subsidi Langka, UPTD Tanah Jawa Gelar Rakor E – RDKK

oleh
oleh

Simalungun| CN- UPTD Pertanian Tanah Jawa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait E-RDKK dan HET di kantor UPTD setempat, Rabu (24/3/21).

example banner

Rapat yang berlangsung membahas persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi dan harganya yang meroket hingga dikeluhkan masyarakat petani.

Panca,  warga tani di Kecamatan Tanah Jawa mengaku dari 26 pengusaha kios yang tersebar  di Kecamatan Tanah jawa, cukup sulit mendaptkan pupuk bersubsidi sehingga masyarakat petani kian mengeluh.

” kami hampir stres melihat kelangkaan pupuk,  ditambah lagi Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak sesuai dengan yang diperuntukan seharusanya. Tapi mau tidak mau tetap kami beli berapapun harganya agar bisa didistribusikan ke areal persawahan, kalau tidak dipupuk pertumbuhan tidaklah normal ” ungkap Panca.

BACA  FOKUS Kuansing Gelorakan Semangat Generasi Muda Anti Narkoba Lewat “Propose and Impact Generation”Perbesar

” kiranya pemerintah mempercepat pengadaan pupuk bersubsidi agar bisa dijangkau petani yang miskin seperti saya ini ” tambah dia.

Sementara, sambung Panca ” saat saya membeli pupuk satu karung di salah satu kios pupuk dipasar Kelurahan Tanah Jawa,  pemilik kios tidak memberikannya,  dia beralasan harus ikut serta pupuk bermerk lain agar diberikan.

Sementara Nelson Simanjuntak selaku UPT Pertanian di Kecamatan Tanah Jawa menerangkan, bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi sejak bulan januari khususnya di Kecamatan Tanah jawa diakibatkan portal Aplikasi masih terkunci, sehingga E-RDKK tidak masuk.

BACA  Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

” Hal itu berakibat  E -RDKK tidak busa tersambung, sehingga pupuk bersubsidi belum bisa didistribusikan ” kata Nelson.

Untuk mendapatkatkan E-RDKK, Nelson menjelaskan ” haruslah sudah terdaftar dan memiliki kartu Tani.  Kalau belum terdata atau belum terdaftar ke Kementan agar segera permohonannya didaftarkan, karena 2021 sudah sistem online, sementara pada tahun 2020  lalu sistem masih manua. Untuk itu,  mumpung masih panjang tahun 2021 mari dilengkapi berkasnya untuk E-RDKK ” beber Nelson.

Disamping itu,  pihak Distributor yang hadir yaitu Petro kimia dan Urea berjanji untuk bersama-sama dengan pengusaha kios pupuk  agar menjualnya sesuai HET.

BACA  Gunakan Teknik Undecover, Satresnarkoba Amankan 2 Orang Pria Bersama Barang Buktinya.

“pihak kami berjanji akan mengalokasikan lupuk dengan tepat sasaran dan tepat waktu untuk yang sudah terdaftar cdi e-RDKK ” kata Hendrik mewakili pihak Distributor.

Turut Hadir Muspika setempat, UPT Pertanian, Camat, Kapolsek, Danramil, Pangulu Nagori Muara mulia, Beserta 26 pengusaha kios pupuk, dan dua Distributor.

Ditempat yang sama petugas penyuluhan menyampaikan Areal Pertanian lebih kurang 3200Ha, dan ada 17 Kelompok Tani diseluruh daerah Nagori Tanjung.

Masyarakat petani meminta kepada pemerintah agar benar -benar mendistribukan pupuk bersubsidi tepat sasaran.(Js)

No More Posts Available.

No more pages to load.