TEBING TINGGI CN- Pengerjaan jalan sisi pinggir yang dikerjakan di Jl Pulau Sumatera , Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi , Terkesan tidak Transparan tidak ada secuil pun Papan plank proyek.terlihat di Lokasi pengerjaan proyek tersebut sebagai mana di amanat kan oleh Undang undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik
Hal ini diamati awak media dan ketika dipertanyakan kepada salah seorang pekerja yang berada di lokasi pengerjaan proyek tersebut diperoleh informasi bahwa pengerjaan yang dimaksud dibiayai dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) kota Tebing Tinggi
dan berbeda dengan pengerjaan jalan yang baru selesai dikerjakan di Jl.Pulau Sumatera , yang mana proyek tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provonsi Sumatera Utara dan dimungkikan memiliki perencanaan yang sama sehingga berada di jalan yang sama dan dalam waktu yang berdekatan.
“ Pengerjaan Proyek ini merupakan proyek pemerintah kota Tebing Tinggi dan memang baru saja selesai jalan ini dikerjakan dengan dana Provinsi…sehingga seperti berada dalam satu proyek pengerjaan…Kalau yang sedang dikerjakan ini hanya pinggir jalan nya saja…” Kata pekerja yang mengaku bernama Agus dan merupakan pengawas pekerja yang dipercayakan oleh pengusaha pemenang pengerjaan jalan dimaksud.
Dalam kegiatan pengerjaan pinggir sisi jalan yang dikerjakan tersebut, tidak diketahui siapa pemborongnya, adapun kehadiran yang mengaku bernama Agus selaku pekerja hanya mengawasi pekerja dalam arti bekerja sesuai waktu, namun untuk bekerja sesuai kualitas dan materi pengerjaan tidak dimengerti oleh Agus ,
sehingga dalam perbincangan seputar pengerjaan dimaksud, Agus mengatakan bahwa ada pihak dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi yang dapat dijumpai untuk konfirmasi lebih lanjut dan merupakan orang yang dapat bertanggung jawab dalam penanganan proyek pengerjaan pinggir sisi jalan tersebut dan disebut bernama Charles.
Selanjutnya Konfirmasi yang dilakukan ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi, awak media memperoleh informasi yang simpang siur dan terkesan sengaja dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), sebagai pengabdi Negara yang bekerja memperoleh gaji bulanan
dan selaku ASN dimungkinkan untuk memiliki Ijajah ataupun tanda tamat belajar, namun pada kenyataan ketika berdialog dengan awak media sengaja diputar balik bahasa agar menimbulkan emosional dan pembicaraan konfirmasi menjadi tidak terkendali…atau… dimungkinkan ada semacam pelatihan dilakukan terhadap ASN di Tebing Tinggi untuk menjadi pembuat ngawur dalam pelayanan masyarakat. Dan dapat pula diduga ada instruksi dari atasan yang paling berwenang.
Dalam ruangan yang bertuliskan Bina Marga terdapat 3 (tiga) orang pegawai yang sedang nongkrong santai ketika awak media mempertanyakan keberadaan dan kedudukan yang disebut bernama Charles, untuk dilakukan konfirmasi (karena Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi tidak pernah mau dilakukan konfirmasi-red). Ketiga orang yang mengaku pegawai ASN, disebut Arif (lk), Roy (lk) dan seorang perempuan yang tidak diketahui namanya.
Pegawai yang disebut bernama Arif , seakan serius menanggapi pertanyaan awak media tetapi memutar balik nama Charles yang ditanyakan dan kelihatan sengaja untuk tidak dapat dilakukan konfirmasi baik terhadap yang disebut Charles ataupun pegawai ASN lainnya, dan sepertinya Arif menunjukkan gaya yang memiliki koneksi kepada orang kuat di Kota Tebing Tinggi sehingga kedatangan awak media dianggab akan terbentur dengan orang kuat yang ada diatasnya.
Dengan banyaknya proyek pemerintah yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum di Tebing tinggi, yang mana sumber dana nya dari APBD Tebing Tinggi, tentunya dapat dibayangkan bahwa begitu repotnya para pegawai untuk bekerja menghabiskan mata anggaran agar semua lini terpenuhi, dimana dana yang sudah dicanangkan dapat memenuhi keinginan pihak yang ber kepentingan, apakah ini membuat oknum ASN merasa diatas angin dan tidak menyadari bahwa ada control social yang harus dihadapi..(?).
Apakah Walikota Tebing Tinggi mengetahui adanya oknum Aparatur Sipil Negara di wilayah kerja kota Tebing Tinggi yang mengandalkan-nya(Walikota-red) dalam pelayanan terhadap masyarakat khususnya awak media sehingga menunjukkan sikap arogan ketika ada wartawan melakukan konfirmasi…(???). Hal ini belum dilakukan konfirmasi kepada Walikota Tebing Tinggi..(STI. MR)















