PANCASILA JADIKAN MERCUSUAR DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

oleh
oleh

BANGKA BELITUNG CN Indonesia sebagai negara dan bangsa secara kolektivitas telah berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai asas dan ideologi. Memperhatikan dinamika dan realitas kehidupan Indonesia, masih dipenuhi dengan spektrum yang menunjukkan sikap paradoks terhadap Pancasila.

Bukan hanya dalam bentuk perilaku tetapi termasuk dalam bentuk sikap dan pemikiran, dan tentunya ini lebih berbahaya. Hari ini masih banyak sikap dan perilaku yang menunjukkan paradoks Pancasila

BACA  Polisi Nyamar Jadi Pembeli, ke Bandar Sabu di Medan Maimun .... Bandar Gooal
example banner

Koruptor merajalela; Keadilan sosial belum nampak jelas; Intoleransi pemecah persatuan; Supremasi hukum masih lemah; Oligarki menguasai perpolitikan. perekonomian bangsa;dan benturan agama
Serta Pancasila.

Tentu saja itu Merupakan masalah lama dan belum terselesaikan sampai saat ini.

Pancasila harus mampu digunakan sebagai instrumen membaca realitas, apakah itu realitas kehidupan yang ada sudah sesuai dengan tujuan atau cita-cita nasional Indonesia sebagai bangsa dan negara.
Pancasila juga harus mampu menjadi pedoman dalam perilaku dan tindakan seluruh warga negara Indonesia
tanpa pandang buluh Pancasilais bukan hanya retorika semata, tetapi harus nyata dalam perilaku seluruh warga negara. Dan dalam perencanaan dan implementasi pembangunan yang menjadi tanggungjawab dan kewajiban penyelenggara negara tanpa kecuali.

BACA  Demi Menjaga Kelestarian Lingkungan, Polsek Singingi Tindak Aktivitas PETI di Muara Lembu

Siapa pun latar belakang apa pun, baik ideologi yang merasa memenangkan pertarungan dan menghasilkan tesis Francis Fukuyama “The End History”. Apa lagi ideologi yang telah runtuh, jika sedang berada dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia

Pancasila harus mampu menjadi mercusuar karna dalam kekacauab “lalu lintas” atau dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.( Amin Bangka Belitung)

No More Posts Available.

No more pages to load.