Proyek Siluman Pemeliharaan Jalan Provinsi Aceh Subulussalam, PT. PUTRA ANANDA Jontor-lae Ikan Diduga Di-mark Up

oleh
oleh

SUBULUSSALAM CN Proyek pemeliharaan dan peningkatan jalan siluman, PT. Putra Ananda diduga” kropos asal jadi “pengguna jalan terancam melintasi jalan subulusalam sampai perbatasan lae ikan.

Jontor, Cakrawala Nusantara.,co.id.7/7
Proyek pemeliharaan jalan dan perbaikan jalan-lintas jontor lae ikkan diduga mark up dan asal jadi, kegiatan pemeliharaan jalan sepanjang 9 kilo meter dengan biaya lebih kurang 9 miliar ini diduga dimar up setelah diadakan pemantauan ke lokasi pembangunan dan peningkatan jalan, yang tanpa memakai plank merek dan rambu rambu sedang perbaikan.

example banner

Kegiatanpeningkatan jalan dan perbaikan yang tanpa plank merek dan rambu rambu jalan ini, sering kali mangancam pengguna jalan. Hal ini disampaikan jhoni warga masyarakat yg berada dilokasi kerja peningkatan jalan propinsi ini. Menurut jhoni” saya sendiri sering terjatuh saat melewati perbaikan jalan di lokasi Lae ikkan-jontor ini, dan pengaspalannya dimalam hari, tanpa ada plank merek dan pekerjaan pinggirannya telah rusak .

BACA  Brasil Menang Dramatis atas Jepang, Casemiro Samakan Kedudukan dan Martinelli Jadi Pahlawan di Menit Akhir

kitaberharap kepada pemerintah dan APH untuk menyidik kasus dugaan marup pembangunan peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan ini. Agar masyarakat yang melintasinya tidak lagi terancam bahaya kecelakaan.” Demikian disampaikan Jhoni yang juga mantan kepala desa Lae ikan kota subulussalam saat dimintai pendapatnya di lokasi pekerjaan tsb.

BACA  PENGAJIAN DAN PERWIRIDAN AKBAR serta PERINGATAN TAHUN BARU ISLAM 1448 H KECAMATAN GALANG,DESA BANDAR KUALA

Menurut Mhd. Rafiqi Asisten pelaksana kegiatan pemeliharaan jalan propinsi ini’ direktur pelaksana dari PT.putra Ananda ini adalah Sopian. Kurang bagusnya pekerjaan karena banyaknya kendaraan yang lewat sehingga sedikit menyulitkan dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan sepanjang 9kilo meter dengan biaya 9miliar demikian disampaikan Mhd.Rafiqi asisten pelaksana kegiatan PT.Putra Ananda tersebut.

Ipong yang juga lembaga swadaya masyarakat kota Subulussalam sangat menyesalkan atas adanya dugaan mark up pekerjaan peningkatan jalan dan pemeliharaan yang tidak sesuai dengan bestek pekerjaan. Apalagi penambalan aspalnya asal jadi, dan dimalam hari.

BACA  BNCT Apresiasi Kontribusi CMA dalam Mendukung Pertumbuhan Arus Peti Kemas di Belawan

Samasekali tidak ada merek dan rambu rambu sehingga byk masyarakat pengguna jalan terancam kecelakaan saat melintas. Kita berharap kepada penegak hukum dan pemerintah propinsi Aceh menindak kontraktor Nakal, dalam pemeliharaan jalan lintas propinsi diwilayah Jontor-lae ikan ini.

Banyaknya pengaspalan kropos dan penambalan aspal yang asal jadi sangat terlihat lubang yang menganga coran yang tidak sesuai bestek, diminta kepada pemerintah Aceh untuk benar benar mengawasi pekerjaan pemeliharaan jalan lintas propinsi ini. Demikian tegas Ipong saat diwawancarai di subulussalam7/7. //Ipong.CN.

No More Posts Available.

No more pages to load.