SUBULUSSALAM CN 10/8. Masyarakat tani yang tergabung dengan APKASINDO Kota Subulussalam, meminta kepada pabrik agar mengikuti petunjuk ketetapan pemerintah Aceh sebagai mana penetapan pemerintah Aceh Dinas pertanian Perkebunan Aceh sesuai dengan hasil berita Acara yang ditandatangani oleh dinas pertanian perkebunan Aceh, dan tim pemantauan dan penetapan Harga TBS dibulan Agustus.
Salah satu poin harapan petani agar Pabrik memtuhi ketetapan pemerintah Aceh, yaitu ‘ untuk umur tanaman 10 sampai dengan 20 tahun, dengan Standard harga Rp.2360/kg, dan juga potongan Sortasi maksimal 2,5 persen. Kalo sampai diatas 3 dengan 10 persen, hal ini sangat merugikan petani, TBS yang sudah tidak layak kan dikembalikan.
jadi tidak elok kalo dipotong 3persen, itu sama dengan PERAMPOKAN SAWIT PETANI. Kami juga berharap untuk mendapatkan pupuk BERSUBSIDI seperti Urea, phoska, dan TSP. Karena pupuk nonsubsidi cukup mahal contohnya TSP kemasan 50 Kg. Harga Rp. 530.000./sak. Urea PUSRI Rp.310.000/Sak, melihat keadaan ini.
KAMI minta kepada Kadis perkebunan pertanian dan perikanan Kota Subulussalam, untuk diusulkan penambahan kuota PUPUK BERSUBSIDI di Tahun 2022. Demikian disampaikan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Kota Subulussalam (APKASINDO) melalui ketuanya ir.Netap Ginting menyampaikannya saat dimintai pendapatnya kondisi harga TBS TERKINI. //Jurnalis IPONG.













