CN – BINJAI
Situasi yang saat ini terjadi dikelurahan bakti karya kecamatan Binjai selatan dalam beberapa hari ini semakin mencekam,
Pasal nya petani Gulta tani persada kota Binjai saat akan menanam selalu mendapat intimidasi oleh sekelompok disinyalir kuat preman bayaran.
Ketua kelompok tani Gulta tani persada kota Binjai,
Pinta(50) mengeluhkan kinerja pihak kepolisian dimana ketika petani mendapatkan serangan dari sekelompok preman polisi diduga kuat tutup mata,
” Dalam seminggu ini kami sudah sering menjadi korban penembakan,
Kelompok mereka sangat banyak ada sekitaran dua sampai tiga ratus orang menyerang kami menggunakan senapan angin (gojlok) serta parang panjang ,hasil pertanian kami di jarah,dirusak namun pihak kepolisian enggan menangkap mereka,”ungkapnya
Kamis (14/03/2024).
Penasehat hukum Joe Perangin angin SH mengatakan kepada awak media
“Kami selaku penasehat hukum dari masyarakat tani Gulta Tani Persada kota Binjai meminta kepada bapak kapolres Binjai AKBP Rio Alexander panelewen agar memberikan atensinya untuk segera memproses seluruh laporan masyarakat tani,
Kalau memang polres binjai tidak mampu untuk menyelesaikannya maka dalam waktu dekat ini kami akan melakukan kembali orasi damai ke Polda Sumut,” imbuhnya
Selanjutnya awak media konfirmasi Kasat Reskrim polres Binjai AKP Zuhatta Mahadi lewat pesan WhatsApp sampai berita ini dinaikan belum dapat jawaban.(RS)










