- Sebuah bus pengangkut anak sekolah terguling di komplek PT ADEI KNB 1 Selasa, (26/3/2024) sekitar pukul 07.30.
Bus naas ini mengangkut 39 pelajar yang rencananya akan mengantarkan ke sekolah mereka yang berada di kawasan divisi 3 KNB 2. Akibat kejadian tersebut, 11 pelajar mengalami luka-luka dan langsung di bawa ke klinik yang berada di area PT ADEI.
Menurut saksi yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi, bus ini melaju kencang saat berada di kawasan jalan perkebunan.
“busnya laju, aku tepat dibelakangnya tadi, sebelum jembatan itu oleng ke kiri dia bang,” ucap Suparno warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Saksi lain yang juga karyawan di perusahaan tersebut menyatakan bahwa bus yang digunakan tersebut adalah bus yang tidak layak jalan sehingga menyebabkan kecelakaan.
Hal senada diungkapkan Husein, ayah korban yang anaknya menjadi salah satu korban dalam kecelakaan tersebut.
Beliau mengatakan bahwa bus ini tidak layak jalan mengangkut para pelajar yang didominasi anak dari para karyawan.
“Sudah berapa kali saya ingatkan tapi tak digubris juga, pa kejadian begini baru sibuk mereka semua. Memang sudah tak layak jalan ini bang,” ucap Husein dengan penuh kekecewaan.
Ketika ditanya apakah sebelumnya pernah terjadi kejadian seperti ini, beliau mengatakan tragedi ini baru kali pertama terjadi. Hanya saja bus ini sering mengalami trouble saat akan pergi mengantarkan pelajar ke sekolah.
“Baru inilah bang kejadian, sebelumnya bukan bus yang ini tapi bus yang lebih besar nabrak orang. Kalau bus yang ini seringnya rusak aja dari dulu bang,” tambah Husein.
Beliau berharap agar ada perhatian dari manajemen perusahaan akan hal ini.
Husein meminta agar perusahaan menyediakan bus yang layak jalan dan mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpangnya.
Sementara itu, Sutrisno selalu manager Divisi 2 KNB 1 ketika dikonfirmasi via Whatsapp, belum bisa memberi keterangan karena sedang sibuk.
“Minta maaf pak, saya lagi rapat sama pimpinan,” ucap Sutrisno.
Humas PT ADEI ketika dimintai keterangan juga belum mau memberi keterangan dengan alasan sedang tidak dikantor.
“saya di luar pak, mohon jumpa dengan asisten saya pak,” ucap Adi.















