Pabrik kelapa sawit(PKS)LSP Libo jaya,diduga sengaja buang limbah cair ke sungai

oleh

Kandis CN Pabrik kelapa sawit LSP yang berada di kampung Libo jaya,kecamatan Kandis,kabupaten Siak pada hari Jumat tanggal 16/02/2024,diduga membuang limbah cair oleh pabrik kesungai sei gelugur yang mengakibatkan masyarakat resah oleh karena pengelola pabrik tersebut diduga sengaja membuang limbah cair ke sungai

Akibat limbah cair pabrik tersebut mengakibatkan air sei gelugur mengalirkan air hitam pekat dan ratusan ikan juga ikut mati dan sekarang sdh keadaan membusuk

BACA  Sukses Gemilang! Grand Final Grasstrack & Motocross RMC Series 2026 Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80
example banner

Dari laporan masyarakat ke pihak media pembuangan limbah ini juga sudah beberapa kali dilakukan pihak pabrik pembuangan limbah ke sungai yang mengakibatkan berkurangnya mata pencaharian masyarakat bagi pencari ikan akibat kontaminasi limbah cair dari pabrik dan pihak media sudah menghubungi pihak desa dan pengelola limbah dan sampai saat ini tidak ada kejelasan ada apa dengan limbah nya?

BACA  Bupati Batu Bara Tegaskan Manajemen Talenta Jadi Kunci Reformasi Birokrasi dan Penguatan Kinerja ASN.

Seperti diketahui,membuang limbah cairan pada lingkungan merupakan pelanggaran berat,karena ada peraturan yang mengatur salah satu
nya undang undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup

Dalam aturan tersebut,jika terbukti dengan sengaja membuang limbah kelingkungan,maka yang bersangkutan akan di hukum penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar,

BACA  Himbauan Tertib Lalu Lintas Disampaikan Personel Satlantas Polres Langkat Dan Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Semoga dengan terbitnya berita ini maka dengan segera atas perhatian kepala Dinas Lingkungan Hidup(DLH) kabupaten Siak propinsi Riau agar menurunkan tim dan memproses laporan masyarakat ini

Agar masyarakat merasa nyaman dan tidak menghirup aroma Bauk limbah dari sungai gelugur serta tidak terkendala untuk mencari ikan di sungai tersebut,ujar masyarakat.

 

Redaksi,
Liputan A Napitupulu

No More Posts Available.

No more pages to load.