Rohil Juara 1 Pawai Ta’aruf dan Stand Bazar MTQ Ke XLII Provinsi Riau

oleh

Diskominfotik Rohil,CN.Id Dengan tampil memukau pada pembukaan pawai ta’aruf MTQ Ke XLII Provinsi Riau di Kota Dumai pada 21 April 2024 pekan lalu, peserta pawai ta’aruf Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) membuahkan hasil yang memuaskan dengan memperoleh juara 1 pawai ta’aruf dan juara 1 stand bazar sebagaimana yang di umumkan pihak panitia MTQ Ke XLII Provinsi Riau, Sabtu, (27/4/2024) malam di Taman Bukit Gelanggang Jalan Subrantas Kota Dumai, Riau.

 

example banner

Perhelatan MTQ Ke XLII Provinsi Riau Tahun 2024 di Kota Dumai telah berakhir, dan hasil sidang pleno dewan hakim pada Sabtu 27 April 2024 memutuskan dan menetapkan Kota Pekanbaru meraih juara umum pertama dengan memperoleh juara 1 sebanyak 13 orang, juara II sebanyak 8 dan juara III 4 orang dengan jumlah poin 93.

 

Kemudian pada urutan kedua Kabupaten Bengkalis dengan perolehan juara 1 ada 7 orang, juara II ada 6 orang dan juara III ada 6 orang dengan jumlah poin 59. Sedangkan untuk juara umum ketiga dimenangkan Kabupaten Siak dengan perolehan Juara 1 5 orang, juara II ada 6 orang dan juara III ada 4 orang dengan jumlah poin 47.

 

Sementara Kabupaten Rokan Hilir hanya mampu menduduki peringkat ke 6 dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau dengan jumlah pemenang juara 1 sebanyak 3 orang, juara II ada 6 orang dan juara III ada 6 orang dengan jumlah poin sebanyak 39 poin. Walaupun tidak berhasil mencapai target juara umum pada MTQ Ke XLII Provinsi Riau, namun Kabupaten Rohil berhasil meraih juara pertama pawai ta’aruf dan stand bazar.

BACA  Video Pekerja Tanpa APD Beredar, Outsourcing PTPN IV Bah Butong Ungkap 4 Dugaan Persoalan.

 

Dengan menampilkan berbagai atraksi pada lomba pawai ta’aruf MTQ Ke XLII Provinsi Riau tahun 2024 seperti Ratib Togak dan Kompang Silat serta dibarengi dengan keseragaman, keserasian, kekompakan, akhirnya peserta pawai ta’aruf Rohil berhasil mempertahankan juara pertama pawai ta’aruf yang pernah diraih pada MTQ Ke XLI Provinsi Riau di Inhu tahun lalu.

 

Pada acara penutupan MTQ Ke XLII Provinsi Riau tahun 2024, Wali Kota Dumai sebagai tuan rumah mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas suksesnya pelaksanaan semua rangkaian kegiatan MTQ Ke XLII Provinsi Riau.

 

” Marilah kita bersyukur kepada Allah Subhana wa ta’ala, karena seluruh seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke XLII Provinsi Riau Tahun 2024 di Kota Dumai dapat berlangsung sukses dan lancar tanpa ada kendala, dari mulai masuknya kafilah, malam ta’aruf, pawai ta’aruf hingga semua pelaksanaan cabang perlombaan MTQ,” kata Wako Dumai.

BACA  Video Pekerja Tanpa APD Beredar, Outsourcing PTPN IV Bah Butong Ungkap 4 Dugaan Persoalan SIMALUNGUN I CN Persoalan tenaga kerja outsourcing di Pabrik Teh PTPN IV Regional II Bah Butong, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan. Informasi awal mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan pekerja diduga melakukan aktivitas pekerjaan tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Dari sorotan tersebut, redaksi SemiMedia kemudian menerima pesan pribadi melalui Messenger dari seorang pekerja outsourcing yang mengungkap sejumlah dugaan persoalan di lingkungan kerja. Pekerja tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir terhadap konsekuensi di tempat kerja. Dalam keterangannya kepada redaksi, sedikitnya terdapat empat persoalan yang disebut merugikan pekerja outsourcing. Lembur Dipertanyakan, Pekerja Mengaku Tak Mendapat Penjelasan Transparan Persoalan pertama menyangkut upah lembur. Pekerja mengaku tidak mengetahui secara jelas bagaimana perhitungan upah lembur dilakukan. Ketika perhitungan tersebut dipertanyakan, pekerja mengaku justru mendapatkan ancaman atau tekanan. Padahal, Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa kerja lembur memiliki ketentuan mengenai batas waktu dan pembayaran upah lembur. Karena itu, jika terdapat perbedaan antara jam kerja yang dijalani dengan pembayaran yang diterima, persoalan tersebut patut diperiksa melalui dokumen resmi perusahaan. Disebut Bisa Bekerja Hingga 22 Jam Persoalan kedua jauh lebih serius. Pekerja mengaku, ketika jumlah pucuk teh yang harus dikerjakan mencapai lebih dari 100 ton per hari, mereka bisa bekerja hingga sekitar 22 jam. Keterangan ini tentu membutuhkan verifikasi. Namun apabila benar terjadi, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena menyangkut batas waktu kerja, waktu istirahat, keselamatan dan kesehatan pekerja. Kementerian Ketenagakerjaan sendiri menjelaskan bahwa ketentuan kerja lembur memiliki batas tertentu dan pada prinsipnya pekerja harus memperoleh waktu istirahat yang cukup. Pertanyaannya: siapa yang mengawasi pencatatan jam kerja pekerja outsourcing di Bah Butong? APD Disebut Harus Beli Sendiri Persoalan ketiga kembali menyangkut keselamatan kerja. Pekerja mengaku APD tidak pernah diberikan secara rutin oleh pihak pabrik sehingga mereka harus membeli sendiri perlengkapan keselamatan. Yang lebih miris, menurut pengakuannya, APD baru dipinjamkan ketika ada tamu datang ke pabrik. Setelah kunjungan selesai, APD tersebut disebut harus dikembalikan. Jika keterangan tersebut benar, kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan serius. Apakah APD disediakan untuk melindungi pekerja, atau hanya digunakan ketika perusahaan menerima kunjungan? Temuan ini juga perlu diklarifikasi karena penelitian terdahulu mengenai keselamatan kerja di Unit Bah Butong mencatat adanya program keselamatan, termasuk penyediaan APD, pelatihan keselamatan dan inspeksi peralatan kerja. Artinya, jika pekerja outsourcing saat ini mengaku harus membeli APD sendiri, perlu dijelaskan bagaimana implementasi SOP dan sistem K3 perusahaan terhadap tenaga outsourcing. Premi Disebut Hanya Diterima Separuh Persoalan keempat menyangkut premi kerja. Pekerja mengaku mereka memiliki hari libur setiap Senin. Ketika harus masuk bekerja, pembayaran disebut menggunakan sistem premi. Menurut pengakuannya, pernah ada informasi dari pihak pusat bahwa perhitungan premi pekerja outsourcing akan disamakan dengan karyawan pabrik. Namun, pekerja mengklaim premi yang diterima hanya sekitar setengah dari premi karyawan pabrik, sementara sisanya tidak diketahui ke mana. Jika benar terdapat perbedaan antara hak yang dijanjikan atau diperjanjikan dengan pembayaran yang diterima, maka transparansi perhitungan menjadi penting untuk diperiksa. Berapa sebenarnya premi yang menjadi hak pekerja? Berapa yang dibayarkan? Dan atas dasar aturan atau perjanjian apa perhitungannya? Kini Bukan Lagi Sekadar Persoalan APD Empat pengakuan tersebut membuat persoalan outsourcing di Bah Butong semakin serius. Sebelumnya, sorotan publik tertuju pada video pekerja yang diduga bekerja tanpa APD. Setelah itu muncul informasi mengenai dugaan tekanan terhadap pekerja dan pemindahan seorang pekerja ke bagian Afd. Kini muncul pula dugaan persoalan upah lembur, jam kerja sangat panjang, penyediaan APD, dan pembayaran premi. Rangkaian informasi tersebut tentu tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Namun, cukup menjadi alasan bagi instansi berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan mencocokkan pengakuan pekerja dengan dokumen perusahaan. Pengawas Ketenagakerjaan Diminta Turun Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara melalui Pengawas Ketenagakerjaan dinilai perlu melakukan pemeriksaan langsung. Pemeriksaan dapat mencakup daftar hadir, rekaman jam kerja, perhitungan dan pembayaran lembur, perjanjian kerja outsourcing, bukti pembayaran premi, serta dokumen penyediaan APD. Publik tidak membutuhkan sekadar bantahan. Yang dibutuhkan adalah transparansi dan pembuktian berdasarkan dokumen. Sebagai perusahaan milik negara, PTPN IV Regional II Bah Butong semestinya menjadi contoh dalam penerapan keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja. Manajemen Belum Memberikan Klarifikasi Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II Bah Butong belum memberikan klarifikasi resmi kepada redaksi terkait empat dugaan persoalan yang disampaikan pekerja tersebut. SemiMedia.co.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen maupun perusahaan penyedia tenaga outsourcing. Catatan Redaksi: Empat persoalan di atas merupakan keterangan seorang pekerja outsourcing yang disampaikan kepada redaksi melalui pesan pribadi. Redaksi belum menyimpulkan adanya pelanggaran dan masih menunggu verifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang. HP. S/FB. S

 

Lanjutnya,” kami mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Riau Daan LPTQ Provinsi Riau serta ucapan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh kafilah dan semua yang terlibat dalam mensukseskan MTQ Ke XLII Provinsi Riau. Atas nama tuan rumah memohon maaf atas segala kekurangan yang kami berikan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Pj Gubernur Riau dalam amanatnya yang disampaikan melalui Asisten I bidang pemerintahan dan kesejahteraan Provinsi Riau, Zulkifli Syukur mengucapkan tahniah kepada para peserta yang telah berhasil meraih prestasi pada perhelatan MTQ Ke XLII Provinsi Riau Tahun 2024.

 

” Hendaknya prestasi yang telah di raih dapat menjadi motivasi untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan bacaan Al Quran. Dan bagi peserta yang belum mampu meraih prestasi gemilang Agara terus belajar sehingga dapat meningkatkan prestasi menjadi lebih baik lagi dimasa akan datang,” kata Zulkifli Syukur.

 

Zulkifli Syukur juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh dewan hakim, LPTQ Riau dan Kabupaten/Kota, Forkompinda Provinsi dan kabupaten, Dinas terkait, Camat serta semua pihak yang terlibat membantu dalam mensukseskan MTQ Ke XLII Provinsi Riau Tahun 2024.

BACA  Polres Tebing Tinggi Amankan Fun Walk dan Car Free Day

 

“Saya berharap, meski perhelatan MTQ Ke XLII Provinsi Riau Tahun 2024 ini telah berakhir, namun syiar Islam tetap terus bergema di Provinsi Riau. Rasa keimanan, ketaqwaan serta cinta kepada Al-Qur’an tertanam di jiwa setiap umat Islam serta nilai-nilai Al-Qur’an harus terus diamalkan untuk dijadikan pedoman hidup umat muslim di provinsi Riau,” pesannya.

 

Di akhir sambutan Pj.Gubernur Riau menyampaikan bahwa untuk perhelatan MTQ tingkat provinsi Riau Tahun 2025 akan di laksanakan di Kabupaten Bengkalis.

 

Sebelumnya, malam acara penutupan MTQ Ke XLII Provinsi Riau yang di hadiri seluruh pejabat Provinsi Riau atau yang mewakili, Forkompinda Provinsi Riau dan Kabupaten/Kota, tampak juga hadir Asisten I Pemkab Rohil Ferry H.Parya serta beberapa kepala OPD mewakili Pemkab Rohil, LPTQ Riau dan Kabupaten/Kota, Kemenag Riau serta seluruh yang hadir pada malam penutupan MTQ tersebut disuguhi siraman Rohani dari Ustadz Kondang Das’ad Latif serta di tutup dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Qoriah tilawah Putri Juara 1 MTQ Ke XLII Provinsi Riau Adelia Kamelia Putri dari Kota Pekanbaru serta dilanjutkan dengan pembagian hadiah. (Rls/Iwn/.KOM.1)MR.

No More Posts Available.

No more pages to load.