PT Polytama Propindo Digrudug masyarakat Desa Penyangga

oleh
oleh

Indramayu, Cakrawalanusantara id – PT Polytama Propindo yang terletak didesa Limbangan kecamatan Juntinyuat Indramayu selasa 21/1/2025 digrudug warga masyarakat desa Limbangan dan desa Lombang bersama LP3 Mkedua desa tersebut terletak di wilayah kecamatan Juntinyuat sebagai desa penyangga sekitar 1000 orang dari kedua desa tersebut melakukan aksi damai di depan PT Polytama Propindo.

Masa menuntut kompensasi sebesar 1juta rupiah per rumah masa menuntut bukan tidak beralasan tapi karena selama bertahun tahun lingkungan mereka terimbas limbah tapi mereka sama sekali belum pernah menerima apapun dari PT Polytama.

BACA  Penggeledahan Rutin Kamar Hunian, Lapas Kelas IIA Bengkalis Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib
example banner

Sementara LP3M menuntut menuntut kepada PT Polytama Propindo yang sedang mempunyai proyek perluasan pabrik yang di kerjakan oleh PT Adi karya yang bukan kontraktor pribumi untuk itu LP3M menuntut kepada PT Polytama agar melibatkan pengusaha kontrak tor lokal/sub kontraktor lokal mereka mengaku mampu untuk mengerjakan.

BACA  Dugaan Sengkarut Bansos di Desa Lidah Tanah: Warga Miskin Punya KKS Tersisih, Disebut Punya "Showroom" di Data Desa.

Masa berkumpul di kantor LP3M dan berjalan kaki/longmach menuju depan PT Polytama Propindo untuk berorasi menyuarakan tuntutanya.

Rencana masya berunjuk rasa 3 hari sesuai pemberitahuan mereka kepada Polres Indramayu atau sampai tuntutan mereka di kabulkan.

Menurut koordinator aksi kalau tuntutan mereka tidak dikabulkan maka mereka akan mengadakan aksi lagi dengan masa yang lenih banyak dan bahkan akan menutup jalur jalan Indramayu – Cirebon sampai tuntutan mereka dikabulkan.

BACA  Wapres Gibran Serap Aspirasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Pemerintah terhadap Dialog Konstruktif

Masa aksi mendapat pengawalan ketat dari Polres Indramayu dan Kodim 0616 Indramayu namun aksi berjalan damai walaupun hujan masa tidak bubar bahkan bahkan mereka menutup total arah pintu masuk Polytama kendaraan dan karyawan yang masuk sip siang dilarang sama mereka dan di suruh balik lagi.

(Nana. S)

No More Posts Available.

No more pages to load.