Wabup Syaefudin Panen Tebu Bareng Petani Mulyasari

oleh
oleh

Indramayu, Cakrawalanusantara. id Wakil Bupati Indramayu Syaefudin menghadiri dan memimpin kegiatan Panen Raya di lahan Hak Guna Usaha (HGU) Pabrik Gula (PG) Jatitujuh yang terletak di Desa Mulyasari, Kecamatan Bangodua, pada hari ini, Minggu (25/5/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan petani dari berbagai wilayah sekitar, yang bersama-sama merayakan hasil pertanian sebagai bentuk ungkapan syukur atas melimpahnya panen tahun ini. Panen raya ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan simbol harapan bagi masa depan pertanian tebu di Indramayu.

BACA  Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Binjai Sembelih 7 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing.
example banner

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syaefudin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petani dan seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam membudidayakan tanaman tebu, yang menjadi bahan baku utama produksi gula nasional.

“Panen ini adalah wujud dari kerja keras dan semangat gotong royong masyarakat tani. Kita patut bersyukur atas hasil yang diperoleh hari ini. Lebih dari itu, panen raya ini menjadi langkah penting menuju cita-cita besar kita, yakni mewujudkan swasembada gula nasional dan mewujudkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian kewilayahan sesuai dengan visi Indramayu Reang,” tegas Syaefudin.

BACA  Kecelakaan di Depan Tol Teluk Mengkudu, Dua Pengendara Motor Luka-Luka

Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PG Jatitujuh, serta para petani dalam menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Diharapkan dengan hasil panen yang terus meningkat dan lahan HGU yang dimanfaatkan secara optimal, Kabupaten Indramayu dapat menjadi daerah penopang dalam produksi gula nasional.

BACA  Fadly Abdina Ajak Warga Hidup Sehat Melalui CFD

Acara panen raya ini berlangsung meriah dan penuh keakraban, Wakil Bupati Indramayu bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Camat Bangodua dan Kuwu Mulyasari menuju lahan tebu dengan menggunakan kereta Paksi Griya Kencana.

Selanjutnya dilaksanakan do’a bersama dan pemotongan batang tebu secara simbolis tanda dimulainya panen tebu.

(Nana. S)

No More Posts Available.

No more pages to load.