Pangdam III Siliwangi Puji HMTN-MP: Penanaman Jagung Hibrida di Sukabumi Jadi Tonggak Ketahanan Pangan

oleh
oleh

Sukabumi,-CN -Upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional mendapat dorongan baru melalui penanaman perdana jagung hibrida oleh Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP). Kegiatan yang berlangsung Minggu (24/8/2025) di Kampung Bantarkaret Tonggoh, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, itu diapresiasi langsung oleh Pangdam III Siliwangi melalui Dandim 0677 Kota Sukabumi, Letkol CZI Indra Gunawan.

Penanaman di lahan seluas 1 hektare ini menjadi langkah awal program ketahanan pangan yang digagas HMTN-MP bekerja sama dengan Koperasi Produsen Harapan Tani (Kophat) Sukabumi Raya. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPP HMTN-MP, pengurus DPW dan DPD, Ketua Kophat Sukabumi Raya, serta Ketua Koperasi Merah Putih.

example banner

Ketua Kophat Sukabumi Raya, Azan Sujana, menyampaikan antusiasmenya terhadap sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi antara petani, koperasi, dan organisasi nasional seperti HMTN-MP akan mempercepat peningkatan produksi jagung di daerah.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

“Kami berharap lahan yang ditanami ke depan bisa bertambah luas sehingga produksi jagung dapat menopang ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Merah Putih, Yogi, yang memaparkan bahwa koperasi telah menyiapkan 6 kuintal bibit jagung lengkap dengan pupuk. Penanaman direncanakan meliputi 50 hektare lahan di berbagai kecamatan, termasuk Ciambar, Warung Kiara, Cikidang, Suka Raja, Cipedas, dan Cicantayan.

“Program unggulan ini kami harapkan menjadi jalan perbaikan ekonomi petani melalui pertanian jagung yang lebih produktif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HMTN-MP, Asril Naskah, memaparkan empat fokus utama program organisasi.
Pertama, pengembangan pertanian organik yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus menyehatkan masyarakat.

“Beras organik misalnya, harganya jauh di atas beras yang diproduksi menggunakan pupuk kimia. Ini peluang besar bagi petani,” ungkapnya.

BACA  Sat Lantas Polres Langkat Patroli Gereja, Pastikan Ibadah Minggu berlangsung Aman Dan Lancar

Kedua, HMTN-MP berkomitmen melakukan pembinaan terstruktur bagi petani padi dan jagung agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan.

“Kami akan mengarahkan proses hilirisasi. Jagung bukan hanya untuk pakan atau konsumsi, tapi bongkol hingga batang bisa diolah menjadi briket bahan bakar,” tegas Asril.

Ketiga, penerapan teknologi pertanian modern akan digalakkan untuk memperkuat daya saing petani. Menurut Asril, teknologi tepat guna akan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus membuka peluang ekspor untuk komoditas seperti padi dan jagung organik.

Keempat, HMTN-MP akan terus mengedukasi petani agar memiliki kapasitas lebih baik dalam mengelola pertanian modern.

“Kami ingin lahir petani-petani hebat yang tidak hanya mandiri tapi juga mampu menggerakkan ekonomi desa,” ujarnya.

Dandim 0677 Kota Sukabumi, Letkol CZI Indra Gunawan, yang mewakili Pangdam III Siliwangi, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas Presiden RI. Ia mengapresiasi langkah HMTN-MP yang dinilai sejalan dengan visi pemerintah.

BACA  Polres Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Intan Jaya, Sita 22,83 Gram Sabu-sabu

“Satgas Kedaulatan Pangan akan terus memonitor agar program ini berjalan efektif hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.

Ia berharap inisiatif ini memacu semangat petani di Sukabumi untuk terus meningkatkan produksi pangan.
“Kami siap memberi dukungan penuh, termasuk akses ke Koramil dan Babinsa jika petani mengalami kendala di lapangan,” tambahnya.

Acara ditutup dengan penanaman simbolis jagung hibrida di lahan 1 hektare serta penyerahan 20 unit alat semprot kepada kelompok tani. Bantuan diserahkan oleh Ketua Umum HMTN-MP Asril Naskah, Ketua Satgas Nasional HMTN-MP Budi Ilham, dan Dandim 0677 Kota Sukabumi Letkol CZI Indra Gunawan.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pertanian jagung di Sukabumi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.##

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.