Pemindahan Rumdin Baru Walikota Abaikan Kepentingan Masyarakat

oleh

LUBUKLINGGAU, SUMSEL. CN – Polemik pemindahan Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Lubuklinggau ke eks Perkantoran Pemkab Musi Rawas di Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan masih terus menghangat, Senin (15/9/2025).

 

example banner

Kalangan aktivis menilai pemindahan Rumdin Walikota tersebut mencerminkan Walikota Lubuklinggau, H Rachmad Hidayat alias Yopi Karim lebih mendahulukan proyek mercusuar, daripada langkah konkret menyentuh kebutuhan masyarakat.

BACA  FOKUS Kuansing Gelorakan Semangat Generasi Muda Anti Narkoba Lewat “Propose and Impact Generation”Perbesar

 

Kritik pedas itu disampaikan oleh eks Pengurus PB HMI Periode 2013-2015, Sugeng Prayoga. Ketua OKP Garda Muda Palapa Silampari ini menjelaskan bahwa Walikota Lubuklinggau H. Rachmad Hidayat tidak punya empati atas keadaan masyarakat saat ini yang sedang dalam kesulitan.

 

“Walikota terlalu memaksakan kehendak untuk pemindahan rumah dinas, padahal visi misi dan janji-janji politiknya belum dipenuhi, mana seragam gratis untuk anak-anak sekolah, sampe sekarang orang tua yang tengah kesusahan masih membeli sendiri baju seragam anaknya,, mana katanya bantuan UMKM belum ada masyarakat yang mendapat bantuan modal, dan mana bantuan untuk kematian, masih omdo saja,” tegas Sugeng.

BACA  Kapolres Langkat Tunjukkan Kepedulian terhadap Lansia di Secanggang, Humanisme Polri Hadir di Tengah Masyarakat

 

Hemat Sugeng pembangunan Rumdin baru hanya mencerminkan perilaku hedon seorang pemimpin, kebijakan yang ugal-ugalan dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat, dan terkesan sekedar untuk memenuhi hasratnya saja, tidak peduli masyarakat mau makan saja susah sekarang ini.

BACA  Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Wakapolda Riau Bacakan Amanat Kepala BPIP RI

 

“Jangan sampai perilaku pemimpin hedon ini, berimplikasi pada peristiwa – peristiwa global seperti di Nepal, Perancis dan bahkan di Indonesia sendiri,” tutup Sugeng.

No More Posts Available.

No more pages to load.