Tegang, KAB Desak Wali Kota Copot Plt Dirut Poltan

oleh

Tanjungbalai (CN) Koalisi Aktivis Bersatu (KAB) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Selasa (9/12/25). Aksi ini menuntut keadilan bagi dua mahasiswi Politeknik Tanjungbalai (Poltan) yang diduga menjadi korban pelecehan verbal oleh Plt Direktur Utama (Dirut) Poltan.

Aksi ini juga dipicu oleh dugaan intervensi terhadap dua mahasiswi tersebut, yang diancam tidak akan diurus urusan Praktek Kerja Lapangan (PKL), yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

Dalam orasinya, Zuanda salah satu aktivis yang tergabung dalam KAB menegaskan bahwa alih-alih menunjukkan itikad baik, Plt Dirut justru melaporkan mahasiswinya sendiri ke Polres Tanjungbalai atas dugaan penghinaan lambang negara.

“Permasalahan dugaan pelecehan verbal belum selesai, penyelesaian laporan terhadap dua mahasiswi belum selesai, timbul pula dugaan intervensi yang menyebutkan tidak mau mengurus PKL nya,” kata Zuanda.

BACA  Jual Beli Kamar Di Rutan Labuhan Deli Tidak Benar, hoax

Ia juga menyoroti besarnya anggaran Pemko Tanjungbalai yang dikucurkan untuk Poltan, yang mencapai hampir Rp 2 miliar per tahun. Zuanda mendesak Wali Kota untuk segera mengambil tindakan tegas.

“Pak Wali, selamatkanlah Poltan ini sebab Poltan menjadi Ikon Kota Tanjungbalai. Jika tak terselamatkan lagi lebih baik tutup saja atau ganti dengan beasiswa untuk anak Tanjungbalai yang ingin kuliah ke luar,” pungkasnya.

Kemudian, Ketua Persatuan Aktivis Muda Indonesia (PAMI) Rizky Simatupang yang juga tergabung dalam KAB mendesak Wali Kota segera mencopot Plt Dirut. Ia menilai Plt Dirut telah melontarkan kata-kata yang tidak pantas yang berpotensi merusak mental mahasiswi.

“Copot Dirut Poltan sebab diduga tidak pantas sebagai pemimpin karena telah melontarkan kata-kata yang tidak wajar,” ujar Tupang.

Ia juga menyebutkan bahwa puncak persoalan ini berawal dari pertanyaan mahasiswi mengenai pengutipan uang Her dan peruntukannya.

BACA  AKBP Alam Bawono Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem di Wilayah Pantai dan Pegunungan.

Selain itu, Tupang juga menyoroti adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, karena Plt Dirut diduga melakukan pengangkatan dan pemberhentian jabatan strategis, seperti pengangkatan Pudir, yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang Plt.

Kemudian, Ketua Kompak Ramadansyah mengatakan, intimidasi sekalipun KAB tidak akan pernah takut dan tidak akan menyerah. KAB akan tetap dan terus mengawal mahasiswi yang menjadi korban tersebut.

Lalu, Aldo yang juga tergabung dalam KAB menyatakan kekecewaan nya terhadap pernyataan Wakil Walikota pada saat audiensi jumat lalu dan menyebutkan Plt Dirut Poltan diduga tidak mendukung Visi Wali Kota menjadikan Tanjungbalai EMAS.

“Saya kecewa dengan pernyataan pak Wawa jumat lalu, dengan mudahnya beliau mengatakan permasalahan ini tidak etis untuk dibahas di ruang pemerintahan ini. Apakah Wawa lupa ruang itu dibangun dari pajak rakyat? Dan kuat dugaan kami bahwa Plt Dirut Poltan ini sama sekali tidak mendukung Visi Wali Kota untuk menjadikan Tanjungbalai EMAS,” ucap Aldo dengan kesal.

BACA  Pemdes, Muara Gula Baru Pelantikan Pengurus Cabang BKMT Kecamatan Ujan Mas KAB Muara Enim.

Hampir 1 jam orasi di sampaikan, massa aksi diterima oleh Sekdako Tanjungbalai, Nurmalini Marpaung, didampingi Asisten I dan jajaran lainnya.

Menanggapi kekhawatiran mahasiswa, Sekdako memastikan dengan tegas bahwa seluruh mahasiswa/i Poltan akan diikutsertakan dalam PKL.

“Masalah PKL saya pastikan semua mahasiswa/i Poltan tidak ada yang menjadi masalah dan pasti ikut PKL,” ujar Nurmalini.

Ia menambahkan, semua tuntutan aktivis telah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti. Pemko akan memanggil yayasan dan seluruh jajaran Poltan untuk melakukan rapat internal dan membahas semua persoalan yang disampaikan massa aksi. Dan hasilnya juga akan secepatnya di beritahukan. (Hani)

No More Posts Available.

No more pages to load.