Brimob Batalyon C dan Polsek Sipirok Lakukan Pengaturan Lalu Lintas di Lokasi Longsor Demi Keselamatan Warga

oleh
oleh

Sipirok.CN – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C Pelopor bersama personel Polsek Sipirok terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Personel gabungan melaksanakan pengaturan lalu lintas di titik perbaikan jalan Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, guna memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat, Kamis (08/01/2026).

Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan sistem buka-tutup jalan bagi kendaraan dari arah Tarutung menuju Sipirok maupun sebaliknya. Langkah ini diterapkan menyusul adanya pekerjaan pemasangan pancak besi sebagai upaya memperkuat badan jalan yang terdampak longsor dan mencegah terjadinya longsor susulan.

BACA  Langkah Preventif Jaga Kamtibmas, Brimob Sumut Perkuat Kehadiran di Titik Rawan Belawan
example banner

Wadanyon C Pelopor, AKBP Sarijo, S.Pd., M.H., yang menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di tengah situasi darurat pascabencana.

BACA  Wali Kota Mahyaruddin Lepas Doa untuk 134 Jemaah Haji Tanjungbalai

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pengaturan lalu lintas ini dilakukan agar proses perbaikan jalan dapat berjalan dengan aman, sekaligus memastikan pengguna jalan tetap terlindungi dari potensi risiko di lokasi longsor,” ujar AKBP Sarijo di sela-sela kegiatan.

Hingga saat ini, pengaturan lalu lintas di Dusun Pengkolan masih terus berlangsung seiring dengan proses pemasangan pancak besi yang telah mencapai empat tiang. Pemasangan tersebut diharapkan mampu memperkokoh struktur jalan sehingga kembali aman dilalui oleh masyarakat dalam jangka panjang.

BACA  Dansat Brimob Polda Sumut Sambangi Keluarga Prajurit UNIFIL Asal Sergai yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Melalui sinergi antara Brimob, kepolisian setempat, dan pihak pelaksana proyek, diharapkan penanganan pascabencana di wilayah Sipirok dapat berjalan optimal. Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya menjadi bentuk pengamanan, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan pelayanan negara kepada masyarakat yang terdampak bencana.( Darmayani)

No More Posts Available.

No more pages to load.