Gercep KUA Salapian Respon Kegian Program The Most KUA-Move for Sakinah Maslahat Joyful Ramadan Mubarak

oleh

Langkat salapian CN – Pembinaan perkawinan dan keluarga merupakan bagian pelayanan pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat sebagaimana Rencana Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029. Kantor Urusan Agama (KUA) memegang peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan peristiwa perkawinan dan dinamika kehidupan keluarga. Sebagai unit pelaksana teknis Ditjen Bimas Islam, KUA tidak hanya menjalankan fungsi administratif berupa pencatatan pernikahan, tetapi juga aktif melaksanakan pembinaan keluarga Sakinah. Bentuk layanan tersebut diwujudkan melalui pendekatan yang menjangkau masyarakat secara luas, baik dengan pola layanan tanpa batas maupun layanan bergerak yang fleksibel dan sesuai kebutuhan dengan pendekatan proaktif.

 

example banner

Layanan pembinaan perkawinan dan keluarga tidak dapat hanya mengandalkan fungsi administratif di kantor, melainkan harus menjangkau masyarakat secara langsung. Oleh karena itu, pendekatan layanan bergerak dan berbasis kelompok menjadi penting untuk memastikan pembinaan lebih proaktif, dialogis, dan partisipatif. Dengan pola ini, KUA dapat hadir di ruang-ruang sosial yang sudah berkembang, seperti sekolah, pesantren, majelis taklim, dan komunitas warga, sehingga pesan pembinaan lebih mudah diterima sesuai dengan karakteristik kelompok sasaran.

BACA  BNCT Catat Arus Petikemas 59.663 TEUs pada April 2026

Momentum Bulan Ramadan memberikan landasan sosiologis dan kultural yang kuat bagi pelaksanaan pembinaan keluarga. Pada bulan ini, aktivitas keagamaan meningkat, interaksi sosial lebih intensif, dan refleksi nilai dalam kehidupan keluarga serta masyarakat berlangsung lebih mendalam. Kondisi tersebut menciptakan ruang sosial yang lebih reseptif terhadap pesan-pesan pembinaan, sehingga menjadikan Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat layanan KUA melalui program khusus. Sejalan dengan tema Ramadan 1447H/2026M, Joyful Ramadan Mubarak yang diusung Ditjen Bimas Islam dan Keluarga Sakinah, melalui Surat Edaran Direktur Bina KUA Nomor : B-104/Dt.III.II/HM.01/02/2026. Dalam konteks pembinaan keluarga Sakinah, Ramadan dimaknai sebagai bulan berkualitas bersama keluarga, di mana kebersamaan, penghayatan nilai keagamaan, dan penguatan relasi keluarga menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang utuh.

 

Dalam rangka optimalisasi pembinaan keluarga sakinah pada Bulan Ramadan 1447H/2026M, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam menginisiasi Program Pembinaan Keluarga Sakinah Berbasis Kelompok Sasaran dengan tajuk “The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat),” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447H/2026M yang bertema “Joyful Ramadan Mubarak.”

BACA  Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan, Brimob Sumut Bergerak Cepat Bantu Warga Pematangsiantar

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir, S. Sos.I, S.Pd.I, MM bersama Penghulu dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Salapian merespon cepat kegiatan tersebut dan telah melaksanakannya diantaranya untuk sasaran Remaja Usia Sekolah dilaksanakan di SMK Swakarya Tanjung Langkat, dan untuk sasaran Remaja Usia Siap Nikah di Komunitas Pemuda Remaja Masjid Al-Hikmah Lingkungan Undian sedangkan untuk Sasaran Keluarga Muslim dilaksanakan bersama kelompok pegawai kantor dihalaman kantor camat Salapian, majelis taklim yang tergabung dalam pengajian ibu-ibu Alhidayah di Masjid At-Taqwa lingkungan Banten dan bersama Tim Safari Ramdan staf karyawan Pondok K. Nibung PT.PP Lonsum Pulau rambung Estate. Semua  kegian program The Most KUA- Move for Sakinah Maslahat dilaksanakan mulai tanggal 23 s.d 26 februari 2026 dan masih ada jadwal kegiatan yang sudah teragenda rencanakan selama bulan suci ramadan ini.

Kurnia yang merupakan fasilitator Bimwin sekaligus wakil sekretaris Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Provinsi Sumatera Utara ini dalam materinya untuk Remaja Usia Sekolah memaparkan Materi yang diarahkan untuk tujuan pembentukan karakter, penguatan nilai diri, dan pencegahan perkawinan anak dalam perspektif Islam, sedangkan untuk sasaran Remaja Usia Siap Nikah ditekankan pada penguatan kesiapan menikah yang meliputi kesiapan mental, pemahaman tanggung jawab berkeluarga, penguatan relasi dan komunikasi pasangan, serta pembentukan harapan yang realistis terhadap kehidupan perkawinan dalam perspektif Islam dan untuk Keluarga Muslim pokus pada penguatan nilai keluarga sakinah–maslahat yang meliputi komunikasi sehat, kehadiran emosional antaranggota keluarga, pembagian peran dalam keluarga, serta penguatan fungsi keluarga dalam kehidupan sosial masyarakat, dalam mempersiapkan ketahanan keluarga dan generasi berkualitas menuju Indonesia emas.

BACA  Paris Saint-Germain (PSG)sukses mencetak sejarah baru:Juara 2 Tahun Berturut-turut Liga Champions 

Kegiatan Program “The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat),” berlangsung secara marathon dirangkai dengan memanfaatkan berbagai kegiatan ramdahan yang menjadi kearifan budaya lokal masyarakat seperti majlis Dhuha, Sholat Tasbih, pesantren Kilat Ramadan maupun Safari Ramadan dengan membentuk Tim Work yang terdiri dari fasilitator Bimwin, Penghulu, Penyuluh agama Islam dan Organisasi Kemasyaratan Islam sekecamatan Salapian.

Editor (zulfan nasution)

No More Posts Available.

No more pages to load.