Penelitian Puslitbang Polri di Polres Serdang Bedagai: Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Penguatan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan

oleh

Serdang Bedagai|CN- Pusat Penelitian dan Pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Puslitbang Polri) melaksanakan kegiatan penelitian bertempat di Aula Patriatama Polres Serdang Bedagai dalam rangka mendukung peningkatan profesionalisme dan efektivitas tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia di lapangan. Selasa (03/03/2026) pukul 09.20 Wib.

Alat Material Khusus (Almatsus) Dalmas dirancang sebagai instrumen utama dalam pengendalian massa secara bertahap dengan pendekatan preemtif, preventif, persuasif, dan humanis.

example banner

Peralatan ini meliputi helm, tameng, tongkat, body protector, kendaraan taktis seperti AWC dan APC, security barrier, senjata non-mematikan seperti gas air mata dan megafon, hingga peralatan pendukung berupa kamera perekam serta APAR portable.

Keberadaan Almatsus Dalmas tidak hanya bertujuan melindungi personel, tetapi juga menjamin penghormatan terhadap hak asasi manusia serta menjaga ketertiban masyarakat selama penyampaian pendapat di muka umum.

BACA  Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Laksanakan Investigasi Pasca Ledakan di Grand Polonia, Temukan Titik Kebocoran Pipa Gas Akibat Korosi

Dengan desain ergonomis dan adaptif terhadap dinamika aksi massa modern, Almatsus menjadi simbol profesionalisme Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Namun demikian, sejumlah tantangan masih ditemukan dalam pengoperasiannya, antara lain:
*Keterbatasan jumlah peralatan.
*Kondisi peralatan yang tidak optimal atau mengalami kerusakan.
*Ketidaksesuaian spesifikasi dengan kebutuhan lapangan dan eskalasi situasi.
*Kurangnya pemeliharaan dan perawatan rutin.
*Keterbatasan pelatihan personel dalam penggunaan Almatsus.
*Minimnya adaptasi terhadap perubahan karakteristik unjuk rasa.
*Potensi pelanggaran HAM apabila penggunaan tidak sesuai standar operasional.

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Puslitbang Polri melaksanakan penelitian berjudul “Optimalisasi Almatsus Dalmas Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas”.

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi serta mengoptimalisasi penggunaan Almatsus Dalmas baik di tingkat Mabes maupun kewilayahan, guna memastikan penanganan unjuk rasa berlangsung efektif, aman, dan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis.

BACA  Satlantas Polres Kampar Gelar Patroli dan Teguran Humanis, Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas di Kampar Kiri Hilir

Selain penelitian terkait Almatsus Dalmas, Puslitbang Polri juga mendapat penugasan dari Wakapolri untuk melaksanakan kajian berjudul “Peran Polri Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan”.

Program ketahanan pangan Polri merupakan langkah strategis institusi dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, khususnya dalam penguatan produksi dan distribusi jagung sebagai komoditas pangan utama.

Melalui program ini, Polri menjalankan empat kegiatan utama:
*Pemanfaatan pekarangan bergizi melalui budidaya ikan dan peternakan ayam.
*Optimalisasi lahan produktif untuk tanaman jagung.
*Pengawasan distribusi pangan.
Rekrutmen dan penempatan Bintara *Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian.

Peran Polri dalam program ini tidak terbatas pada aspek pengamanan, melainkan juga mencakup fasilitasi, koordinasi lintas sektor, pendampingan kepada petani, serta menjamin stabilitas wilayah produksi dan distribusi jagung demi terwujudnya swasembada pangan nasional.

BACA  Penyertaan Modal BUMNag Rp268 Juta di Nagori Perlanaan Dipertanyakan, Bendahara Bungkam, Transparansi Dana Desa Kembali Disorot

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tim peneliti dipimpin oleh KBP Adi Savart Panataran Simanjuntak, S.H., S.I.K., bersama anggota dari Puslitbang Polri dan didampingi narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring kepada responden internal Polri pengguna Almatsus Dalmas, serta wawancara mendalam (in-depth interview) dengan informan yang memiliki pengalaman langsung dalam pengoperasian peralatan tersebut.

Melalui penelitian ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan aplikatif guna memperkuat kapasitas Polri dalam pengendalian massa secara profesional dan humanis, sekaligus mengoptimalkan kontribusi institusi dalam mendukung ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. (R.Giawa)

No More Posts Available.

No more pages to load.