KRISIS AIR BERSIH DI SIMANTIN: ANGGARAN MENGALIR, AIR TAK KUNJUNG DATANG

oleh

Simalungun I CN Di tengah krisis air bersih yang terus mencekik kehidupan warga Nagori Simantin, Kecamatan Pematang Sidamanik, fakta anggaran justru membuka ironi baru. Sejumlah program pembangunan dan rehabilitasi sarana air bersih telah dikucurkan sejak tahun 2024 hingga 2025 dengan total nilai puluhan juta rupiah. Namun hingga kini, masyarakat Dusun I dan II masih harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Anggaran Ada, Hasil Nihil

example banner

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024, anggaran untuk sektor air bersih di Nagori Simantin mencakup:

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga (pipanisasi, dll): Rp20.909.980

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Desa: Rp27.611.200

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Desa: Rp68.491.250

Sementara pada tahun 2025, kembali dianggarkan:

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Desa: Rp1.232.000

BACA  Profil Iptu La Ode Muh. Asman, Kasi Propam Polres Selayar Yang Sukses Jadi Komandan Upacara HUT RI ke-81

Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sumber Air Bersih Desa: Rp27.611.200

Jika ditotal, anggaran yang telah digelontorkan mencapai angka yang tidak sedikit. Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik—air bersih tak kunjung mengalir ke rumah warga.

Janji Tinggal Janji, Warga Tetap Membeli Air

Alih-alih menikmati hasil pembangunan, warga justru harus mengeluarkan uang tambahan setiap hari. Air dijual dengan harga sekitar Rp3.000 per jirigen dan Rp15.000 per drum.

Ironisnya, masyarakat sebelumnya juga telah dibebankan biaya:

* Rp50.000 per rumah untuk pemasangan jaringan air

* Rp10.000 per bulan sebagai iuran melalui BUMNag

“Kalau anggaran sudah ada, kami juga sudah bayar, kenapa air tetap tidak ada? Ini yang kami tidak mengerti,” keluh salah seorang warga.27/3/2026 Simantin.

Indikasi Masalah Tata Kelola

BACA  Pimpinan PAC PDI-P Tapung Hulu Hadiri HUT RI Ke- 81, Menjaga Persatuan Mengisi Kemerdekaan Dengan Karya Nyata

Situasi ini memunculkan dugaan adanya persoalan serius dalam:

* Perencanaan program

* Pelaksanaan kegiatan

Hingga pengawasan anggaran
Minimnya transparansi membuat masyarakat semakin curiga terhadap pengelolaan dana desa yang dialokasikan ke sektor vital ini.

Sorotan ke Inspektorat:

Fungsi Pengawasan Dipertanyakan
Kondisi ini memperkuat desakan warga agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran sejak tahun 2024.

Inspektorat Kabupaten Simalungun dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Sebagai lembaga yang bertugas memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan, Inspektorat seharusnya aktif melakukan audit dan evaluasi terhadap program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Namun hingga kini, Kepala Inspektorat Roganda Sihombing telah dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp terkait persoalan ini, namun belum memberikan tanggapan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana pengawasan benar-benar dijalankan.

BACA  Desa Persiapan Mahato Bandar Selamat Meriahkan Dirgahayu Kemerdekaan RI.

Kinerja Kepala Daerah Ikut Disorot

Di tengah kondisi yang terus berlarut, kinerja Bupati Simalungun juga mulai dipertanyakan oleh berbagai pihak. Masyarakat menilai diperlukan langkah cepat dan tegas untuk menyelesaikan krisis air bersih yang telah berlangsung cukup lama.

Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda, sehingga diperlukan kehadiran nyata pemerintah di tengah krisis yang terjadi.

Desakan Warga: Audit dan Tindakan Nyata
Warga Nagori Simantin kini mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap anggaran air bersih.

* Transparansi penggunaan dana desa

* Tindakan konkret untuk memastikan air bersih benar-benar sampai ke rumah warga

“Kami tidak butuh janji, kami butuh air,” tegas warga.

Editor : HP. S
( JR.S )

No More Posts Available.

No more pages to load.