Aceh Timur, cakrawala Nusantara id, Sabtu, 28 Maret 2026 Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Aceh Timur, Rahmad, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi sosial masyarakat pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh Timur beberapa bulan lalu.
Berdasarkan pantauan dan analisis di lapangan, Rahmad menilai setidaknya empat kabupaten/kota di Aceh berpotensi mengalami gelombang demonstrasi besar, bahkan dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial jika persoalan tidak segera ditangani secara serius.
“Empat bulan pasca bencana, hingga kini belum ada kepastian nyata terkait bantuan ganti rugi dari pemerintah pusat kepada masyarakat terdampak, khususnya di Aceh Timur,” ujar Rahmad.
Ia menyebutkan, sekitar 26 ribu masyarakat di 151 desa terdampak banjir dan tanah longsor, namun hingga saat ini realisasi bantuan masih sangat minim.
“Dari data yang kami pegang, baru sekitar 20 persen atau sekitar 6 ribu masyarakat yang akan menerima bantuan tahap awal. Artinya, sekitar 80 persen lainnya belum tersentuh bantuan,” jelasnya.
Menurut Rahmad, kondisi ini telah memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia mengaku menemukan langsung di lapangan adanya pertengkaran, kemarahan, hingga aksi demonstrasi warga akibat ketidakjelasan bantuan.
“Jika tidak segera diselesaikan, tahap berikutnya bisa lebih parah. Masyarakat yang terdampak bisa bertindak lebih brutal. Ini yang kami khawatirkan,” tegasnya.
Rahmad juga meminta pemerintah pusat, termasuk Presiden Republik Indonesia, untuk memberikan kepastian yang jelas dan tidak berlarut-larut dalam penyaluran bantuan
“Kalau memang ingin membantu masyarakat Aceh pasca bencana, lakukan dengan jelas dan pasti. Jangan banyak alasan yang justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar segera merilis data verifikasi penerima bantuan tahap kedua, guna menjaga stabilitas dan ketenangan masyarakat.
“Kami meminta Bupati Aceh Timur segera mengeluarkan data penerima bantuan tahap kedua. Ini penting demi menjaga kenyamanan dan kedamaian masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, kondisi saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Ia mengingatkan bahwa potensi konflik sosial dapat terjadi jika permasalahan initerus dibiarkan tanpa solusi konkret.
“Ini sudah masuk tahap warning.Mau sampai kapan Masyarakat Aceh ini hidup layak dan damai mohon agar ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Pusat jika mau lihat Aceh ini baik-baik saja Jika penantian panjang selama empat bulan ini tidak segera diselesaikan, saya khawatir persoalan ini akan membesar dan berujung konflik yang lebih luas,” pungkasnya.













