Aceh Singkil.CN Hujan deras semalam suntuk di Aceh Singkil, menyebabkan ribuan batang tanaman timun milik warga Suro direndam air bah setinggi 0,5 meter.
“Tanaman timun saya sudah mulai berbunga, dan satu -satu sudah ada buah timun kecil bergantung dibatang. Akibat rendam air bah ini diperkirakan seminggu kedepan akar tercabut hingga berefek batang layu, dan berangsur mati, ” kata Parna Tumangger, seorang petani Suro, Minggu, 29 Maret 2026.

Banjir air bah, kata Parna, kerap melanda wilayah desanya. “Hitungan saya setiap Dua bulan air bah dipastikan merendam seluruh tanaman masyarakat, baik tumpang sari maupun sawit, ” katanya.
Akibatnya, kerusakan tanaman, dan kerugian material disebutkan terus meningkat setiap banjir melanda. “Kami sebagai pekebun sangat khawatir akan situasi ini, jangankan untung modal saja pun tidak kembali, ” keluhnya.
Bila keadaan terus berlanjut, kata Parna, dikhawatirkan berdampak pada melemahnya ekonomi masyarakat pekebun maupun petani lokal yang diketahui minim modal.
“Terkadang, biaya yang kita keluarkan untuk penyiapan lahan, pembelian bibit, pupuk, dan aneka kebutuhan lainnya sudah banyak, namun ditengah perjalanan banjir melanda hingga menyebabkan gagal panen, ”
Ia berharap Pemkab Aceh Singkil, melalui Dinas Tanaman Pangan, dan Holtikultura dapat melihat efek banjir, dan membantu keluhan para petani berupa bibit, pupuk, dan insektisida lainnya, harap Parna. (*)
Jurnalis : Yudi Sagala CNtv













