Hujan Bukan Penghalang, Tim Hanif Geruduk Kantor Disdagper Tolak Plt Jadi Defenitif

oleh

Tanjungbalai (CN) Hampir setengah tahun Tim Hanif menahan diri untuk tidak aksi unjuk rasa, akhirnya dalam kondisi langit yang gelap Tim Hanif memutuskan kembali turun menggebrak jalanan, yang kali ini menjadi sasaran Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungbalai, Rabu (1/4/2026).

Adapun permasalahan yang di angkat yakni penataan lapak pedagang di pasar tradisional yang ada di Kota Tanjungbalai, serta adanya dugaan jual beli lapak dan kios yang mengakibatkan kesemrawutan pasar tradisional di Tanjungbalai.

example banner

Dalam orasi nya, Ketua Tim Hanif, Andreant Hanif mengatakan hujan bukan menjadi penghalang untuk menyuarakan permasalahan yang ada di Kota Tanjungbalai.

“Jangankan hujan, badai pun akan kami tempuh untuk menyuarakan permasalahan yang ada di Kota Tanjungbalai, apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan kalian fikir karena hujan kami akan batal, tidak. Hujan tidak akan menyurutkan semangat kami,” pungkas Hanif

BACA  Disiplin dan Edukasi, Peran Brimob Sumut di Lingkungan Sekolah

Secara bergantian, Rizky Simatupang mengatakan bahwa adanya ketidaktepatan dalam penempatan lapak, yang mana terdapat pedagang lama yang sudah bertahun-tahun menggantungkan mata pencahariannya di pasar bahagia justru tidak mendapatkan lapak, sementara pedagang baru yang belum pernah beraktivitas di pasar tersebut mendapatkan tempat.

“Dari tahun ke tahun permasalahan pasar di Kota Tanjungbalai tak juga selesai dan hari ini kuat dugaan kami adanya permainan dalam mendapatkan lapak jualan, bahkan adanya informasi meja dan kios telah disewakan, bahkan ada yang diperjual belikan. Padahal jelas PP Nomor 27 Tahun 2014 jo PP Nomor 28 Tahun 2020 dijelaskan bahwa Aset Daerah tidak boleh diperjual belikan secara liar tanpa prosedur resmi,” tegas Tupang

BACA  Wakil Bupati Batu Bara Dorong Kerja Sama Strategis Penyediaan Air Bersih

“Dugaan kami ini telah dibuktikan dengan adanya pedagang yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah di pasar tersebut tidak mendapatkan lapak yang disediakan pemerintah, sementara pedagang yang belum pernah beraktivitas di pasar tersebut bisa memiliki lapak baru, ada apa? Hal ini membuat dugaan kami makin kuat bahwa yang mendapatkan tempat adalah titipan untuk keuntungan pribadi atau golongan,” teriaknya lagi

Sementara itu, Rizky Iswandi yang merupakan anggota Tim Hanif mengatakan dalam orasi nya bahwa aksi ini adalah aksi yang ke tiga kalinya, yang mana dua kali aksi melalui Lembaga PAMI dan aksi ketiga melalui Lembaga Tim Hanif.

Ia juga mengatakan bahwa pernyataan Plt. Kadisdagper saat menemui massa pada aksi kedua dengan mengatakan dirinya tidak tahu apa-apa hari ini terbukti dengan hasil ujian seleksi terbuka untuk menjadi pejabat tinggi pratama beberapa waktu lalu.

BACA  Warga VI Koto Setingkai Ditangkap Polsek Kampar Kiri, Sita 18 Paket Sabu-sabu

“Wajarlah Bu Plt. Kadisdagper menjawab pertanyaan pada aksi ke dua dia tidak tahu, sebab hari ini sudah dibuktikan dengan hasil dari seleksi terbuka untuk menduduki jabatan tinggi Pratama bahwa dia cuma bisa meraih nomor 2, lantas untuk apa orang yang tidak tahu apa-apa di pertahankan menjabat untuk Kota ini. Kota ini butuh perbaikan dan agar terwujudnya perbaikan harus ada pengetahuan. Dan hari ini saya katakan dengan tegas ‘Kami menolak keras Plt. Kadisdagper diangkat menjadi defenitif jika memang Kota ini mau dijadikan Tanjungbalai EMAS,” teriaknya. (Hani)

No More Posts Available.

No more pages to load.