Sinergi Pembangunan Lampung Diperkuat, Way Kanan Ambil Peran Aktif dalam Musrenbang 2026

oleh
oleh

Bandar Lampung, CN .– Komitmen memperkuat arah pembangunan daerah kembali ditegaskan dalam forum strategis Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung Tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Senin (13/04/2026), menjadi momentum penting dalam penyusunan RKPD Provinsi Lampung Tahun 2027.

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, hadir langsung bersama Kepala Bappeda Way Kanan, Hendri Syahri, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menyelaraskan program pembangunan dengan kebijakan provinsi dan nasional.

example banner

Forum tersebut dibuka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang menekankan bahwa pembangunan harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar angka statistik.

“Perencanaan pembangunan harus lahir dari aspirasi masyarakat. Kita tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi turun langsung memastikan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” tegas Gubernur.

Dalam pemaparannya, Gubernur mengungkapkan capaian pembangunan Lampung sepanjang 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,28 persen—angka tertinggi dalam lima tahun terakhir—dengan nilai PDRB menyentuh Rp523,8 triliun.

BACA  Telkomsel Tawarkan School ID, Pemko Tanjungbalai Siap Uji Coba Digitalisasi SMP

Sektor pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan menuntut transformasi yang lebih progresif.

Menurutnya, Lampung harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada target nasional sebesar 8 persen pada 2029

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung mengembangkan program “Desaku Maju” yang berfokus pada penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

BACA  Sat Resnarkoba Tebing Tinggi Ringkus Pengedar Sabu, 10 Paket Barang Bukti Diamankan

Program ini mencakup berbagai intervensi, mulai dari bantuan pupuk hayati, alat pengolahan hasil pertanian, hingga pelatihan vokasi dan penguatan kelembagaan ekonomi desa seperti koperasi dan BUMDes.

Keberhasilan program tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah, salah satunya Desa Wonomarto, Lampung Utara. Desa ini berhasil meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menciptakan nilai tambah melalui pengolahan hasil panen.

Dampaknya tidak hanya pada peningkatan pendapatan warga, tetapi juga membuka peluang kerja baru di tingkat desa.

Selain sektor ekonomi desa, percepatan digitalisasi juga menjadi sorotan utama. Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pemanfaatan platform digital untuk menghadirkan layanan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah usulan strategis turut disampaikan kepada pemerintah pusat, meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, pengembangan pelabuhan, jalur kereta api, kawasan industri, hingga penguatan sistem irigasi.

BACA  Polsek XIII Koto Kampar Amankan Pelaku Pencurian yang Juga Diduga Penyalahgunaan Shabu, Barang Bukti Diserahkan ke Satresnarkoba

Menutup arahannya, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi kuat antar seluruh pemangku kepentingan agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata.

“Pembangunan membutuhkan kerja bersama dan keselarasan langkah. Dengan kolaborasi, manfaatnya akan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam forum ini menjadi bukti komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Langkah ini sekaligus menegaskan arah pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.  – (ed)

No More Posts Available.

No more pages to load.