HUMANIS! Polsek Tapung Hulu Gelar Mengaji Rutin Setiap Maghrib, 37 Santri Dididik Guru Tamatan Pesantren

oleh
oleh

Tapung Hulu,-CN -Polsek Tapung Hulu menunjukkan sisi humanisnya melalui kegiatan rutin mengaji setiap waktu Maghrib di Mushola Rumah Qur’an Polsek Tapung Hulu. Kapolsek Tapung Hulu IPTU Riko Riki Masri mengungkapkan bahwa kegiatan yang telah berjalan selama 5 bulan sejak November 2025 ini telah menjadi bagian penting dari program pembinaan masyarakat oleh pihak kepolisian.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan melalui Kapolsek Tapung Hulu IPTU Riko Riki Masri menyampaikan bahwa Sebanyak 37 santri terdiri dari 11 anak laki-laki dan 26 anak perempuan mengikuti kegiatan mengaji rutin ini setiap hari. Para santri berasal dari berbagai keluarga di wilayah hukum Polsek Tapung Hulu, yang dengan antusias mengikuti pembelajaran Al-Qur’an dan ajaran agama Islam setiap sore hari setelah pulang sekolah atau menyelesaikan aktivitas harian mereka.

example banner

“Kegiatan mengaji rutin ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap pendidikan agama dan pembinaan karakter generasi muda. Kita tidak hanya fokus pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki landasan agama yang kuat,” ujar Kapolsek Tapung Hulu IPTU Riko Riki Masri pada hari Selasa (21/04/2026).

BACA  Perkuat Persatuan, Polres Tebing Tinggi Rangkul Tokoh Agama Jaga Kamtibmas

Beliau menambahkan bahwa pembelajaran diberikan oleh guru mengaji yang merupakan tamatan pesantren, sehingga menjamin kualitas pendidikan agama yang diberikan kepada para santri. “Kami sengaja memilih guru yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren agar pembelajaran yang diberikan sesuai dengan ajaran agama yang benar dan dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada para santri,” jelasnya.

Mushola Rumah Qur’an Polsek Tapung Hulu yang menjadi lokasi kegiatan ini telah disiapkan dengan fasilitas yang cukup untuk mendukung proses pembelajaran. Dinding yang diberi ornamen kaligrafi Islam, karpet yang bersih, serta rak buku yang diisi dengan berbagai kitab agama menjadi bagian dari suasana yang kondusif untuk belajar agama.

Salah satu orang tua santri, Siti Aminah dari Desa Tapung Hulu, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak Polsek Tapung Hulu. “Kami sangat bersyukur ada kegiatan mengaji seperti ini. Anak-anak kami tidak hanya mendapatkan pendidikan agama yang baik, tetapi juga merasa aman dan nyaman belajar bersama teman-temannya di lingkungan yang positif,” ujarnya.

BACA  Edukasi Sejak Dini, Den Gegana Sat Brimob Polda Sumut Terima Kunjungan TK Kemala Bhayangkari 02 Tanjung Morawa

Salah seorang santri perempuan berusia 10 tahun, Nurul Hidayah, mengaku senang mengikuti kegiatan mengaji setiap hari. “Saya suka belajar Al-Qur’an di sini, gurunya baik dan sabar mengajar kita. Selain itu, saya juga bisa bertemu dengan teman-teman saya setiap sore hari,” katanya dengan wajah ceria.

Kegiatan mengaji rutin ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara pihak kepolisian dengan masyarakat, terutama keluarga para santri. Personel Polsek Tapung Hulu juga sering turut serta dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun pendukung, sehingga menciptakan suasana akrab dan hangat antara aparat dengan warga masyarakat.

BACA  KAPOLDA RIAU TEGASKAN KOMITMEN BERANTAS NARKOBA, KAPOLRES ROHIL LANTIK KAPOLSEK PANIPAHAN YANG BARU

“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan karakter para santri. Selain itu, kami juga berencana untuk mengembangkan kegiatan ini dengan menambah materi pembelajaran tentang akhlak mulia dan pentingnya menjaga keamanan serta ketertiban dalam masyarakat,” tambah Kapolsek Riko Riki Masri.

Setiap akhir bulan, pihak Polsek Tapung Hulu juga mengadakan evaluasi dan acara khusus bagi para santri, seperti penghargaan bagi santri yang menunjukkan kemajuan terbaik dalam pembelajaran Al-Qur’an, serta pertemuan dengan orang tua untuk membahas perkembangan setiap anak.

Kegiatan yang berjalan selama lebih dari setengah tahun ini menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya berperan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai agen pembangunan dan pembinaan masyarakat yang peduli dengan kesejahteraan dan perkembangan generasi muda. Selama pelaksanaan kegiatan, suasana selalu berjalan dengan aman dan penuh kehangatan antara seluruh peserta.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.