
OKU TIMUR, CN. –
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, jajaran Polres OKU Timur menggelar kegiatan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada komunitas lintas agama.
Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada seorang pendeta yang melayani jemaat Gereja GPIN di wilayah pedesaan.
Kegiatan sosial ini menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi tokoh agama yang selama ini aktif membina umat.
Penyaluran bansos diwakili oleh Kapolsek BP Peliung, IPTU Jenri Simanjuntak, S.H., bersama sejumlah personel kepolisian.
Mereka adalah Kanit Binmas AIPDA Paryadin, S.I.Kom., Brigadir Munir Setiawan, S.H., serta Brigadir Tiara Berliani, S.H.
Kehadiran para perwira dan anggota ini menunjukkan keseriusan Polres OKU Timur dalam menjalin komunikasi dan kedekatan personal dengan warga, termasuk tokoh agama dari berbagai latar belakang.
Kegiatan berlangsung di Desa Banuayu, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, yang merupakan daerah dengan keragaman sosial keagamaan.
Lokasi ini dipilih secara khusus karena Gereja GPIN di desa tersebut menjadi pusat kegiatan rohani bagi sebagian warga setempat.
Dengan mendatangi langsung tempat ibadah dan kediaman tokoh agama, Polri menunjukkan bahwa pelayanan sosial tidak mengenal batas wilayah maupun keyakinan.
Penyaluran bantuan sosial ini dilaksanakan pada hari Selasa, 21 April 2026, dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.
Waktu pagi hingga menjelang siang dipilih agar kegiatan dapat berlangsung dengan tenang dan khidmat, serta memberi kesempatan bagi pendeta dan jemaat untuk berinteraksi secara langsung dengan aparat kepolisian tanpa tergesa-gesa.
Suasana pagi itu pun berlangsung penuh keakraban.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara sosial Polri dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tahun 2026.
Tujuannya adalah mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat lintas agama, serta menunjukkan bahwa Polri hadir untuk semua golongan.
Kapolsek BP Peliung, IPTU Jenri Simanjuntak, menjelaskan bahwa bansos ini adalah wujud perhatian dari Bapak Kapolres OKU Timur kepada masyarakat, sekaligus upaya memperkuat nilai kebersamaan di tengah perbedaan.
Proses penyaluran dilakukan secara langsung dan humanis. Setelah tiba di lokasi, para personel Polri menyerahkan paket bantuan yang terdiri dari kebutuhan pokok sehari-hari, yakni minyak goreng 2 kilogram, gandum 2 kilogram, gula 2 kilogram, dan beras 5 kilogram.
Penyerahan dilakukan dengan cara yang santun, disertai dialog singkat mengenai kondisi pelayanan gereja dan kebutuhan mendasar yang dihadapi pendeta serta jemaatnya.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pendeta Gereja GPIN, Yance Matitawaer. Dengan penuh apresiasi, beliau menyampaikan terima kasih atas kepedulian Polres OKU Timur.
“Ini sangat membantu dan menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ungkap Yance.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa bansos tidak hanya bernilai materi, tetapi juga memiliki dampak moral dan emosional yang memperkuat rasa aman serta dihargai oleh negara.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban tanpa insiden apapun.
Polres OKU Timur berharap momen Hari Bhayangkara ke-80 ini dapat terus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta keamanan di wilayah OKU Timur.
Dengan cara yang simpatik dan tepat sasaran, aksi sosial ini menjadi bukti bahwa semangat Bhayangkara adalah semangat untuk melindungi, mengayomi, dan melayani segenap lapisan masyarakat tanpa kecuali.(Mk)











