Kepala KUA Salapian Pembicara Pengajian Akbar Alhidayah Kuala

oleh

Langkat CN –  Kurban adalah ibadah dalam Islam yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak tertentu pada waktu yang telah ditentukan, yaitu pada Hari Raya Iduladha (10 Dzulhijjah) dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama.

 

example banner

Kurban tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas penyembelihan hewan, tetapi juga sebagai simbol pengorbanan, keikhlasan, serta ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

 

Ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Ketaatan keduanya kemudian diganti oleh Allah dengan seekor hewan sembelihan, yang menjadi dasar disyariatkannya kurban hingga saat ini. Demikian disampaikan Kepala Kantor urusan Agama Kecamatan Salapian H. Muhammad Kurnia Amir, S.Sos.I, S.Pd.I, MM dalam tausiyahnya pada acara pengajian Akbar Alhidayah Kuala dihadapan 800 an ibu-ibu jamaah yang hadir di masjid Jamik Arrahman desa Raja tengah, Senin (27\04\2026.)

BACA  Pengangkutan CPO PT.Perkebunan Nusantara IV Regional tidak memiliki kemitraan terhadap SPBU Marak Beroperasi 

 

Hukum kurban dalam Islam adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang mampu. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Kurnia yang juga Dewan Masjid Indonesia Provinsi Sumatera Utara ini, berdasarkan dalil Al-Qur’an dan hadis.

 

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kautsar ayat 2:

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” ayat ini menjadi landasan utama perintah berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

 

Serta Dalil dari Hadits

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memiliki kemampuan tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad). Hal ini tidak sekedar ancaman yang menunjukkan betapa pentingnya perintah berkurban tersebut tetapi juga membangun komitmen ketaatan kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap sesama. Tak lupa Kepala KUA Salapian ini menyinggung keteladanan keluarga nabi Ibrahim AS agar dapat dijadikan cermin teladan, contoh perjuangan dalam membangun rumah tangga yang harmonis sehingga diabadikan dalam Napak tilas perjalanan ibadah haji diantaranya seperti Sai dan melempar jamrot serta ibadah kurban ungkapnya dalam tausiyahnya.

BACA  Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba, Sita 10,59 Gram Sabu-sabu 

Sementara itu camat Kuala Imanta Perangin-perangin, SE dalam sambutannya mengapresiasi pengajian Alhidayah yang tetap Istiqomah dalam mewujudkan penguatan keluarga menjadi keluarga sakinah bentengi anak dari kemaksiatan seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran maupun tindakan kenakalan remaja lainnya.

 

Sebelumnya ketua Alhidayah Kecamatan Kuala Hj. Erliana melaporkan bahwa pengajian rutin yang dilaksanakan setiap bulannya sebagai silaturrahmi dan menambah ilmu dan wawasan untuk wujudkan rumah tangga bahagia sakinah mawadah warahmah, juga membangun kepedulian untuk berbagi dengan menyantuni anak yatim sebanyak sepuluh orang disetiap tempat pengajian dilaksanakan, juga menghimpun dana infak sukarela untuk kegiatan dakwah dan syiar Islam.

BACA  Wakil Bupati Batu Bara Dorong Kerja Sama Strategis Penyediaan Air Bersih

 

Tampak hadir dalam kegiatan pengajian tersebut ketua TP.PKK Kecamatan Kuala Ny. Imanta, KA.KUA Kuala yang diwakili Penyuluh agama Islam Adi Siswanto, S.IP, SH sekaligus ketua DMI Kuala yang baru terpilih, Muhammad Azhar Afdal, S.Pd yang juga sekretaris MUI Kecamatan Kuala, pengurus BKM Masjid Jamik Arrahman Desa Raja Tengah serta undangan lainnya yang memadati masjid sampai ke teras halamannya.

Editor (zulfan nasution)

No More Posts Available.

No more pages to load.