Sangat Ironis 27 Tahun Aceh Singkil, Namun Masih Ada Warganya Tinggal Di Gubuk Reot.

oleh
oleh

Aceh Singkil.CN 27 tahun usia Aceh Singkil, setelah dimekarkan dari Kabupaten Aceh Selatan, melalui undang-undang nomor 14 tahun 1999, namun di usia begini masih ada warganya tinggali gubuk reot.

 

example banner

Abdul Padang, dan istri, bersama 2 buah hatinya, warga desa Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, harus rela tinggal di gubuk reot tanpa pernah mendapat sentuhan bantuan dari pemerintah daerah.

Investigasi, Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Aceh Singkil, ke desa Kayu Menang, Kamis, 30 April 2026, menyaksikan langsung kondisi gubuk reot yang dihuni Abdul Padang, bersama istri, dan ke-2 anaknya.

BACA  SAT LANTAS POLRES LANGKAT HADIR ATUR KEPULANGAN ANAK SEKOLAH, WUJUDKAN KAMSELTIBCAR LANTAS YANG AMAN DAN KONDUSIF

 

“Gubuk itu kami lihat sudah sangat rapuh, dinding dan atap usang dimakan usia. Disana – sini tampak bocor, diyakini bila hujan air pasti merembes masuk, serta kerap goyang saat badai tiba-tiba datang,” kata Yudi Sagala, ketua SWI Aceh Singkil, saat berkunjung ke gubuk reot warga Kayu Menang, menirukan penuturan Abdul Padang, Jum’at, 1 Mei 2026.

 

Menurutnya, pemerintah melalui PUPR atau Baitul Mal dinas Sosial setempat harus turun melihat ini, dan membantu penderitaan warganya seperti Abdul Padang, yang jelas-jelas memerlukan perhatian serius. “Kami lihat banyak bantuan rumah selama ini tidak tepat sasaran,” jelasnya.

BACA  Pura-Pura Berburu, Dua Terduga Curanmor Honda Beat di Langkat Akhirnya Dibekuk Polisi

 

Sementara, Abdul Padang, 35 tahun, pemilik gubuk reot, mengaku saat hujan turun atap tidak mampu lagi menahan debit air hujan, dinding, dan lantai pun sudah retak. “Apalagi saat angin badai datang kami sangat takut gubuk ini tumbang karena goyah, ”

 

“Mata pencaharian saya sehari-hari hanyalah melaut menangkap ikan. Saya ikut dengan orang lain, penghasilan tidak pasti, kadang dapat tangkapan, dan terkadang tidak, pernah satu ekor ikan pun tak dapat, sementara saya harus menghidupi 2 anak, dan istri,” ucap Padang.

BACA  Prestasi Gemilang, Tanjungbalai Sabet Juara 2 Penurunan Pengangguran

 

Ia berharap pemerintah Aceh Singkil, dapat memperhatikan kondisi keluarga kami dengan memberikan bantuan rehab rumah, atau paling tidak bisa mendapatkan bantuan rehab rumah akibat dampak banjir lalu.

 

“Letak rumah kami berdekatan dengan sungai, banjir besar kemarin juga turut menggenangi rumah saya, ” katanya lirih penuh harap.

 

Jurnalis : Yudi Sagala CNtv

No More Posts Available.

No more pages to load.