Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Lidah Tanah Diduga Salah Sasaran, Pejabat Setempat Memilih Bungkam.

oleh

SERGAI – CN – Penyaluran bantuan pangan alokasi Februari – Maret 2026 di Desa Lidah Tanah, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memicu sorotan tajam. Program bantuan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng yang disalurkan melalui Perum BULOG tersebut dinilai terindikasi tidak tepat sasaran, Minggu (14/06/2026).

Dugaan muncul setelah sejumlah warga yang dikategorikan mampu, hingga individu yang disinyalir memiliki hubungan kekerabatan dengan oknum Pemerintah Desa (Pemdes), justru terdaftar sebagai penerima. Sebaliknya, warga yang benar-benar membutuhkan justru gigit jari.

example banner

Salah satu potret ketimpangan ini menimpa pak Herman, warga Dusun 2 yang hidup serabutan dan masih mengontrak/numpang rumah. Meski mengantongi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau ATM Merah dari pemerintah, nama Herman luput dari daftar penerima bantuan pangan kali ini.

BACA  Pembangunan PKS Mini di Desa Pematang Kuala Dituding Langgar Jarak Aman, Legalitas Perizinan Dinilai Janggal.

“Saya tidak dapat bantuan, padahal rumah saja masih numpang/kontrak dan kerja serabutan. Sementara yang dianggap mampu malah dapat bantuan. Ini kan aneh,” ungkap Herman kepada awak media, pada hari Kamis (11/06/2026).

Aparat Desa dan Camat Saling Lempar Tanggung Jawab Data.

Guna menelusuri kejanggalan tersebut, awak media mendatangi Kantor Desa Lidah Tanah pada Jumat (12/06/2026). Pihak desa menyatakan ada sekitar 750 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), namun berdalih bahwa seluruh data penerima berasal langsung dari BULOG. Konfirmasi lebih lanjut terhambat karena pihak Pemdes mengaku sedang sibuk.

Upaya konfirmasi kemudian dialihkan kepada Camat Perbaungan, Elmiyati, melalui pesan singkat WhatsApp pada hari yang sama. Elmiyati melemparkan persoalan sumber data penerima manfaat tersebut ke pihak BULOG., karena datanya dari BULOG.

BACA  Warga Desa Sukajadi Desak Pemerintah Evaluasi Dari Keberadaan Usaha Ternak Ayam yang Diduga Tak Berizin dan Sebabkan Ribuan Lalat Serbu ke Pemukiman Penduduk.

“Konfirmasi ke BULOG saja langsung, Bang,” jawab Elmiyati singkat.

Namun, saat ditanya lebih jauh mengenai langkah kecamatan terkait laporan warga miskin yang tidak mendapat bantuan, Camat Perbaungan memilih tidak merespons, meski pesan telah terbaca (centang biru).

Respons Minim dari Kepala Desa dan Perangkat.

Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh jajaran Pemdes Lidah Tanah. Saat dikonfirmasi pada Sabtu malam (13/06/2026), Kepala Desa Usman dan Kepala Dusun 2 Eman, kompak tidak memberikan jawaban atas pertanyaan media meskipun pesan WhatsApp telah terkirim (centang dua).Hanya Sekretaris Desa Lidah Tanah, Aswin, yang memberikan respons singkat dan meminta media untuk datang kembali pada hari kerja.

“Waalaikumsalam… Pak, datang saja hari Senin. Nanti tanyakan ke operator desa, kenapa yang bersangkutan tidak mendapat [bantuan],” tulis Aswin melalui pesan WhatsApp.

BACA  Pelatihan Pengembangan Produk Lokal Desa Resmi Dibuka, Kades Asri Ismail Dukung Kemajuan UMKM Tanjung Punak

Sikap bungkam dan minimnya transparansi dari para pemangku kebijakan mulai dari tingkat Dusun, Desa, hingga Kecamatan ini sangat disayangkan. Publik berharap Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh dan evaluasi data. Langkah tegas diperlukan agar bantuan pangan dari pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan tidak menjadi celah praktik nepotisme di tingkat desa.

Langkah ini dinilai sangat penting agar penyaluran bantuan di Desa Lidah Tanah kedepannya dapat diaudit, dievaluasi dan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. Dan kepada pak Herman agar segera diperhatikan oleh pihak Pemdes Lidah Tanah dan pemerintah melalui dinas Sosial Sergai, karena beliau sekeluarga emang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan.   (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.