Program Ketahanan Pangan Berlanjut – Jagung Pipil Tumpang Sari Tanami di Desa bangun Sari

oleh
oleh

Kampar,-CN -Semangat kemandirian pangan daerah semakin menguat dengan digelarnya kegiatan penanaman jagung pipil sistem tumpang sari di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir pada hari Jumat (26/06/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang dipimpin secara simbolis oleh Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, S.H., dan diwakili langsung oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Indra.S, bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kampar Kiri Hilir Bapak Duwi Aprian dan Kelompok Tani Karya Tani yang dipimpin oleh Ketua Agus Riadi, menjadi bukti kerja sama erat antara aparat kepolisian, pemerintah pertanian, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan melalui dana suwadaya kelompok tani.

Lokasi penanaman berada di lahan milik Kelompok Tani Karya Tani, yang ditanami jagung pipil varietas Jakarin 1 dengan luas lahan 1 hektar dan jarak tanam 30 cm x 60 cm. Tanaman yang mulai ditanami pada hari tersebut diperkirakan siap panen pada tanggal 15 Oktober 2026 mendatang, dengan kondisi bibit dan tanah yang menunjukkan kesiapan yang sangat baik tanpa kendala yang signifikan.

BACA  Speedboat KM Paus Ramabosa Terbakar di Benteng, Polres Selayar Selidiki Penyebab Kebakaran
example banner

Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, menyampaikan bahwa Kegiatan penanaman hari ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Polsek Kampar Kiri Hilir untuk selalu mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan,”

“Sistem tumpang sari yang diterapkan oleh Kelompok Tani Karya Tani adalah langkah cerdas dalam memaksimalkan penggunaan lahan, sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi tanpa perlu memperluas areal tanam – hal yang sangat penting untuk mendukung target swasembada pangan nasional.”

Beliau menjelaskan bahwa penggunaan dana suwadaya kelompok tani menunjukkan kemandirian dan inisiatif masyarakat yang patut diapresiasi. “Kita sangat menghargai usaha Kelompok Tani Karya Tani yang telah mampu mengumpulkan dana sendiri untuk mendanai program ini. Sebagai aparat kepolisian, kami tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga siap menjadi mitra dalam setiap upaya yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

BACA  Gelar Patroli Skala Besar, Polres Tebing Tinggi Tindak 20 Sepeda Motor Berknalpot Brong

Hadir dalam kegiatan yang penuh semangat ini juga Ketua Kelompok Tani Karya Tani Agus Riadi, PPL Duwi Aprian, serta dua orang petani jagung yang aktif terlibat dalam proses penanaman. Selama kegiatan berlangsung, tim bersama-sama melakukan penanaman bibit jagung secara langsung, dengan memberikan perhatian khusus pada jarak tanam dan kedalaman penanaman untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.

Selama proses penanaman, terlihat bahwa seluruh peserta bekerja dengan antusias dan penuh kerjasama. Bhabinkamtibmas Aiptu Indra.S bahkan turut membantu menanam bibit jagung, menunjukkan bahwa pihak kepolisian benar-benar terlibat secara langsung dalam mendukung kegiatan masyarakat.

BACA  Gelorakan Semangat HUT Ke-116, Pemkab OKU Inisiasi Gerakan Indonesia Asri BATURAJA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan Gerakan Indonesia Asri yang digelar secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026) pagi. Aksi lingkungan berskala makro ini diinisiasi khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab OKU dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU yang ke-116. Kegiatan gotong royong massal tersebut dipimpin langsung oleh Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah, SSTP, MM, MPd. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Taman Kota Baturaja yang menjadi titik pusat (kick-off) pergerakan kebersihan daerah serta aliran sungai Ogan baik dibawah jembatan Ogan. Ajak Warga Berdampak Nyata Bupati OKU Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam dan kebersihan lingkungan lingkungan sejak dini. "Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Kebersihan daerah bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Bumi Sebimbing Sekundang," ujar Teddy saat memberikan arahan langsung di lokasi kick-off, Baturaja. Teddy juga menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Kabupaten OKU ke-116 harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang positif terhadap lingkungan. "Sesuai dengan tema besar hari jadi tahun ini, yakni 'Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU', gerakan ini adalah bukti nyata kepedulian kita untuk menjaga wilayah OKU tetap sehat, asri, dan nyaman ditinggali," tambahnya. Sinergi Curve Sisir Fasilitas Publik Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU Brigman menyatakan bahwa pergerakan ini tidak hanya berpusat di ibu kota kabupaten, melainkan berjalan serentak di 13 kecamatan, serta seluruh kantor di wilayah OKU. "Tim Kita bersinergi terjun langsung ke lapangan membersihkan lingkungan termasuk beberapa titik di aliran sungai Ogan,"ucap Brigman. Pihak DLH menerjunkan personel kebersihan untuk menyisir fasilitas publik, saluran air (drainase), serta kawasan padat penduduk guna mengantisipasi penumpukan sampah. Selain melakukan aksi kebersihan, Pemkab OKU turut mengimbau masyarakat luas untuk menyemarakkan suasana HUT daerah dengan memasang umbul-umbul dan Bendera Merah Putih di pekarangan rumah masing-masing sepanjang bulan perayaan.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Polri selalu ada di tengah masyarakat, tidak hanya dalam urusan keamanan tetapi juga dalam hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan warga,” ujar Aiptu Indra.S. “Setiap bibit yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik, di mana kita tidak perlu khawatir tentang ketersediaan pangan lokal.”

Pihak Polsek Kampar Kiri Hilir menyampaikan bahwa akan terus mendampingi Kelompok Tani Karya Tani selama masa pertumbuhan tanaman hingga masa panen, termasuk dengan memberikan bantuan dalam hal pengawasan keamanan lahan dan koordinasi dengan pihak terkait jika diperlukan. “Kami juga akan mengajak kelompok tani lain di wilayah hukum kami untuk belajar dari pengalaman Kelompok Tani Karya Tani dalam menerapkan sistem tumpang sari dan mengelola dana suwadaya dengan baik,” pungkas AKP Era Maifo, S.H.

Editor R Gulo

No More Posts Available.

No more pages to load.