Bantuan Sekolah Diklaim Selesaikan Masalah Bau dan Wabah Lalat, Warga Dusun 6 Bogak Besar Kecewa dan Tetap Tuntut Dialog Terbuka.

oleh

SERGAI – CN – Warga Dusun 6, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyatakan kekecewaan mendalam atas klaim sepihak dari perwakilan pengusaha ternak ayam. Keluhan mengenai bau busuk dan wabah lalat di pemukiman warga dinilai belum selesai, meski pihak pengusaha telah menyalurkan bantuan ke salah satu sekolah lokal, Selasa (30/06/2026).

Hal tersebut terungkap dalam konfirmasi media via pesan singkat WhatsApp kepada Lian, perwakilan dari Asui selaku pemilik usaha ternak ayam di Bogak Besar, pada Selasa (30/06/2026).

BACA  Pemdes Pangkalan Nyirih Gelar Focus Group Discussion (FGD) Bersama Perusahaan dan Unsur Masyarakat
example banner

Dalam keterangannya, Lian mengklaim bahwa permasalahan keluhan lingkungan tersebut sudah selesai menyusul adanya pertemuan dan pemberian bantuan ke sekolah Al-Washliyah di Dusun 6 dari beberapa pengusaha ternak, termasuk Asui, Asen, dan Dani.

“Sudah bang, semalam sudah ada pertemuan di MA Al-Washliyah sama Pak Ustad Arpan,” ujar Lian saat dikonfirmasi mengenai kelanjutan komitmen pengusaha.

Lian menambahkan, pihak kandang tetap diberi peringatan oleh perwakilan sekolah untuk meminimalisir dampak lalat ke lingkungan. Namun, saat ditanya mengenai komitmen awal untuk berdialog langsung dengan masyarakat, Lian berkilah bahwa pihak pemerintah desa (Pemdes) belum memberikan penyampaian resmi terkait jadwal diskusi dengan warga.

BACA  Warga Dusun I Bantal Jaya Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Batu Base Dibantu Salah Satu Pengusaha

“Iya bang, coba kami nanti diskusi dulu lagi,” tambah Lian mengakhiri konfirmasi.

Tanggapan Keras Perwakilan WargaKlaim penyelesaian masalah lewat bantuan sekolah ini langsung dibantah keras oleh perwakilan masyarakat Dusun 6, Zainul Haris. Warga menilai bantuan sosial tidak bisa dijadikan alat untuk mengganti solusi teknis penanganan limbah lalat dan bau.

“Kami mengapresiasi jika pengusaha memberikan bantuan ke siapa pun, termasuk pihak sekolah. Tapi jangan dikatakan itu sebagai solusi dari pihak pengusaha terkait wabah lalat dan bau busuk yang kami rasakan sehari-hari, “tegas Zainul Haris kecewa.”

BACA  Pemdes Pangkalan Nyirih Gelar Focus Group Discussion (FGD) Bersama Perusahaan dan Unsur Masyarakat

Menurut Zainul, warga Dusun 6 tetap berpegang pada tuntutan awal, yaitu adanya dialog terbuka yang transparan antara warga, para pengusaha ternak ayam, dan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak Besar.Sebagai langkah konkret, perwakilan warga menegaskan akan segera mendatangi pihak Pemdes Bogak Besar agar memediasi pertemuan formal tersebut. Warga berharap masalah lingkungan ini diselesaikan demi kepentingan bersama, bukan kepentingan kelompok apalagi kepentingan pribadi.  (Syahrial).

No More Posts Available.

No more pages to load.