LANGKAT CN – Tidak hanya rehabilitasi fisik gedung sekolah, pengadaan Mobiler juga dilobi oknum dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat berinisial F dan I disinyalir untuk kepentingan pribadi dan golongan, demikian dikatakan awak media Rabu (15/7/2026).
Dalam hal ini kata sumber, kepala sekolah SDN penerima bantuan dana revitalisasi hanyalah korban, sebab penanggung jawab anggaran adalah kepala sekolah dan yang menikmati hasilnya adalah rekanan atau kontraktor yang diduga telah diatur oleh oknum berinisial F dan I.
Jika diakhir permainan nanti ada temuan penyalahgunaan anggaran dan ketidak sesuaian besaran anggaran dengan fisik yang dikerjakan oleh pengawas atas dana revitalisasi tersebut, maka yang bertanggung jawab sepenuhnya adalah kepala sekolah, sementara rekanan atau kontraktor yang mengerjakan revitalisasi tersebut lepas dari jeratan hukum, ucap sumber.
Sampai saat ini masih banyak kepala sekolah SDN penerima dana revitalisasi di Kabupaten Langkat masih menutupi fakta dilapangan termasuk swakelola namun diborongkan, diduga kepala sekolah mendapat tekanan dari oknum Dinas P d P tersebut.
Menurut sumber, kepala sekolah SDN penerima dana revitalisasi yang memilih santai duduk manis menerima fee dari rekanan atau kontraktor, dan jumlah besaran fee yang diterima disesuaikan pagu anggaran revitalisasi yang diterima.
Sesuai arahan dari Kejaksaan Agung dalam sosialisasi yang diselenggarakan secara daring oleh kementerian pendidikan sekolah dasar dan menengah akhir tahun 2025 lalu agar setiap kepala sekolah berhati hati mengelola dana revitalisasi tersebut.
Karena dalam bantuan revitalisasi tersebut diawasi langsung oleh Kejaksaan Agung dan jajarannya sampai ke Kabupaten/kota, ucap sumber.
Namun fakta dilapangan sangat berbanding terbalik, kebanyakan kepala sekolah lebih memilih arahan dari oknum F dan I untuk memborongkan kepada rekanan atau kontraktor, sebut sumber.
Terpisah, Kepala Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Kabupaten Langkat Muhammad Fajar Kurniawan dikonfirmasi melalui sambungan telepone “tidak ada, mengenai Mobiler saya tidak ada mengurusi dan saya tidak ada sangkutpaut didalamnya” ucap Kabid.(tim)













