Riau-CN Terkait belum dibayarnya sisa bonus sebesar 27 miliar yg dijanjikan untuk pelatih dan atlit beberapa cabang olahraga oleh pemprov Riau terhadap atlet yg telah mengharumkan nama daerah yg telah menyumbang 78 medali untuk provinsi Riau yg terdiri dari 21emas,22 perak dan 36 perunggu kini nasib pahlawan olah raga propinsi Riau,penuh dengan penantian selama dua tahun.
Sebagai peraih medali pekan olahraga nasional (pon)XXL Aceh dan pekan paralympic nasional( Peparnas) Sumatra Utara 2024 silam, banting setir menjadi juru parkir dan ojek online demi menyambung hidup keluarganya, akibat tak kunjung di cairkannya sisa bonus dari pemerintah propinsi Riau.

Setelah diadakan rapat kordinasi mendadak yang di gelar para pelatih pada tgl 28 juli 2026 di salah satu di ruang kantor koni Riau telah putuskan dalam rapat akan diadakan unjuk rasa di kantor gubernur Riau, pada hari Rabu tgl 5 Agustus 2026 pukul 10.00 wib.
Ahmad markos pelatih senam Riau,memberikan komentar nya di hadapan awak media bahwa pahlawan olah raga telah kehilangan hak nya terkait sisa bonus yg di janjikan pemprov Riau.
Rapat ini sebenarnya mendadak kami membahas sisa bonus dari kejuaraan PON dan national paralympic.committee (NPC) yang sampai sekarang belum ada titik terang.
Dari hasil rapat tersebut di ambil keputusan kalau memang belum ada kepastian kami akan melakukan aksi damai, Ahmad markos berharap pemprov Riau segera mengambil kebijakan untuk menyelesai permasalahan sebelum tgl 5 Agustus nanti ujarnya.
(Team CN Riau)













