Minggu Kasih Brimob, Wujud Nyata Kepedulian Personel Kompi-2 Batalyon-C kepada Masyarakat

oleh
oleh

Tapanuli Selatan.CN- Dalam rangka mempererat hubungan antara Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan masyarakat serta menghadirkan sosok Polri yang humanis dan peduli, Personel Kompi-2 Batalyon-C Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan kegiatan Minggu Kasih pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Gereja Oikumene Batalyon-C, Desa Angkola Timur. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian personel Brimob terhadap masyarakat di sekitar lingkungan Mako Batalyon-C, sekaligus sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi.

example banner

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Danton-I Kompi-2 Batalyon-C, Ipda Andrico P. Sembiring, S.H., dan diketahui oleh Komandan Kompi-2 Batalyon-C, AKP Budi Makmur, S.H., M.M.

Dalam rangkaian Minggu Kasih tersebut, personel Kompi-2 Batalyon-C membagikan paket makanan gratis berupa mie kepada jemaat dan masyarakat di sekitar Mako Batalyon-C, Desa Angkola Timur. Pembagian makanan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian personel Brimob kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kedekatan melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat secara langsung.

BACA  Video Pekerja Tanpa APD Beredar, Outsourcing PTPN IV Bah Butong Ungkap 4 Dugaan Persoalan SIMALUNGUN I CN Persoalan tenaga kerja outsourcing di Pabrik Teh PTPN IV Regional II Bah Butong, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, kembali menjadi sorotan. Informasi awal mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan pekerja diduga melakukan aktivitas pekerjaan tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Dari sorotan tersebut, redaksi SemiMedia kemudian menerima pesan pribadi melalui Messenger dari seorang pekerja outsourcing yang mengungkap sejumlah dugaan persoalan di lingkungan kerja. Pekerja tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir terhadap konsekuensi di tempat kerja. Dalam keterangannya kepada redaksi, sedikitnya terdapat empat persoalan yang disebut merugikan pekerja outsourcing. Lembur Dipertanyakan, Pekerja Mengaku Tak Mendapat Penjelasan Transparan Persoalan pertama menyangkut upah lembur. Pekerja mengaku tidak mengetahui secara jelas bagaimana perhitungan upah lembur dilakukan. Ketika perhitungan tersebut dipertanyakan, pekerja mengaku justru mendapatkan ancaman atau tekanan. Padahal, Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa kerja lembur memiliki ketentuan mengenai batas waktu dan pembayaran upah lembur. Karena itu, jika terdapat perbedaan antara jam kerja yang dijalani dengan pembayaran yang diterima, persoalan tersebut patut diperiksa melalui dokumen resmi perusahaan. Disebut Bisa Bekerja Hingga 22 Jam Persoalan kedua jauh lebih serius. Pekerja mengaku, ketika jumlah pucuk teh yang harus dikerjakan mencapai lebih dari 100 ton per hari, mereka bisa bekerja hingga sekitar 22 jam. Keterangan ini tentu membutuhkan verifikasi. Namun apabila benar terjadi, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena menyangkut batas waktu kerja, waktu istirahat, keselamatan dan kesehatan pekerja. Kementerian Ketenagakerjaan sendiri menjelaskan bahwa ketentuan kerja lembur memiliki batas tertentu dan pada prinsipnya pekerja harus memperoleh waktu istirahat yang cukup. Pertanyaannya: siapa yang mengawasi pencatatan jam kerja pekerja outsourcing di Bah Butong? APD Disebut Harus Beli Sendiri Persoalan ketiga kembali menyangkut keselamatan kerja. Pekerja mengaku APD tidak pernah diberikan secara rutin oleh pihak pabrik sehingga mereka harus membeli sendiri perlengkapan keselamatan. Yang lebih miris, menurut pengakuannya, APD baru dipinjamkan ketika ada tamu datang ke pabrik. Setelah kunjungan selesai, APD tersebut disebut harus dikembalikan. Jika keterangan tersebut benar, kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan serius. Apakah APD disediakan untuk melindungi pekerja, atau hanya digunakan ketika perusahaan menerima kunjungan? Temuan ini juga perlu diklarifikasi karena penelitian terdahulu mengenai keselamatan kerja di Unit Bah Butong mencatat adanya program keselamatan, termasuk penyediaan APD, pelatihan keselamatan dan inspeksi peralatan kerja. Artinya, jika pekerja outsourcing saat ini mengaku harus membeli APD sendiri, perlu dijelaskan bagaimana implementasi SOP dan sistem K3 perusahaan terhadap tenaga outsourcing. Premi Disebut Hanya Diterima Separuh Persoalan keempat menyangkut premi kerja. Pekerja mengaku mereka memiliki hari libur setiap Senin. Ketika harus masuk bekerja, pembayaran disebut menggunakan sistem premi. Menurut pengakuannya, pernah ada informasi dari pihak pusat bahwa perhitungan premi pekerja outsourcing akan disamakan dengan karyawan pabrik. Namun, pekerja mengklaim premi yang diterima hanya sekitar setengah dari premi karyawan pabrik, sementara sisanya tidak diketahui ke mana. Jika benar terdapat perbedaan antara hak yang dijanjikan atau diperjanjikan dengan pembayaran yang diterima, maka transparansi perhitungan menjadi penting untuk diperiksa. Berapa sebenarnya premi yang menjadi hak pekerja? Berapa yang dibayarkan? Dan atas dasar aturan atau perjanjian apa perhitungannya? Kini Bukan Lagi Sekadar Persoalan APD Empat pengakuan tersebut membuat persoalan outsourcing di Bah Butong semakin serius. Sebelumnya, sorotan publik tertuju pada video pekerja yang diduga bekerja tanpa APD. Setelah itu muncul informasi mengenai dugaan tekanan terhadap pekerja dan pemindahan seorang pekerja ke bagian Afd. Kini muncul pula dugaan persoalan upah lembur, jam kerja sangat panjang, penyediaan APD, dan pembayaran premi. Rangkaian informasi tersebut tentu tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta yang telah terbukti. Namun, cukup menjadi alasan bagi instansi berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan mencocokkan pengakuan pekerja dengan dokumen perusahaan. Pengawas Ketenagakerjaan Diminta Turun Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara melalui Pengawas Ketenagakerjaan dinilai perlu melakukan pemeriksaan langsung. Pemeriksaan dapat mencakup daftar hadir, rekaman jam kerja, perhitungan dan pembayaran lembur, perjanjian kerja outsourcing, bukti pembayaran premi, serta dokumen penyediaan APD. Publik tidak membutuhkan sekadar bantahan. Yang dibutuhkan adalah transparansi dan pembuktian berdasarkan dokumen. Sebagai perusahaan milik negara, PTPN IV Regional II Bah Butong semestinya menjadi contoh dalam penerapan keselamatan kerja dan perlindungan tenaga kerja. Manajemen Belum Memberikan Klarifikasi Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PTPN IV Regional II Bah Butong belum memberikan klarifikasi resmi kepada redaksi terkait empat dugaan persoalan yang disampaikan pekerja tersebut. SemiMedia.co.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen maupun perusahaan penyedia tenaga outsourcing. Catatan Redaksi: Empat persoalan di atas merupakan keterangan seorang pekerja outsourcing yang disampaikan kepada redaksi melalui pesan pribadi. Redaksi belum menyimpulkan adanya pelanggaran dan masih menunggu verifikasi serta pemeriksaan dari pihak berwenang. HP. S/FB. S

Kegiatan berbagi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Masyarakat menyambut baik kehadiran personel Brimob dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas kepedulian yang diberikan. Interaksi yang terjalin tidak hanya menjadi momentum berbagi makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara personel Brimob dengan masyarakat.

Selain kegiatan sosial, Minggu Kasih juga diisi dengan ibadah bersama bagi personel yang beragama Kristen di Gereja Oikumene Batalyon-C. Kegiatan ibadah ini menjadi bagian penting dalam pembinaan mental dan rohani personel, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan, ketulusan, kebersamaan, serta semangat melayani masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Usai pelaksanaan ibadah, personel Kompi-2 Batalyon-C turut melaksanakan pembersihan bagian dalam dan luar Gereja Oikumene Batalyon-C. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Dengan bergotong royong, personel membersihkan lingkungan gereja sehingga suasana tempat ibadah menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk digunakan.

BACA  Wakil Walikota Tanjungbalai Sambut Baik Program Gereja Ramah Anak

Kegiatan Minggu Kasih ini mencerminkan komitmen Brimob untuk tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan seperti ini, personel Brimob diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan mampu membangun hubungan yang harmonis berlandaskan komunikasi, kepedulian, toleransi, serta semangat gotong royong. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang siap membantu dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Minggu Kasih juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Berbagi makanan, melaksanakan ibadah bersama, hingga membersihkan rumah ibadah merupakan bentuk nyata pengabdian yang dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan.

BACA  Monitoring PAAREDI, TP PKK Sumut Apresiasi Inovasi RUMBIA

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar, dan tanpa hambatan. Paket makanan yang telah disiapkan seluruhnya berhasil disalurkan kepada masyarakat dan jemaat yang hadir.

Respons positif dari masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan sosial yang dilaksanakan secara konsisten dapat menjadi jembatan untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara sehingga tercipta hubungan yang semakin erat antara personel Brimob dan masyarakat di wilayah sekitar Batalyon-C.

Melalui semangat Minggu Kasih, Kompi-2 Batalyon-C Sat Brimobda Sumut terus berupaya menghadirkan pengabdian yang humanis, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Brimob hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berbagi, peduli, dan memberikan manfaat bagi sesama.( Darmayani )

No More Posts Available.

No more pages to load.