MEDAN.CN– Karakter dan kedisiplinan generasi muda menjadi pondasi utama dalam menghadapi tantangan era digital. Mewujudkan hal tersebut, Ipda Ricky A. Sihotang, S.Psi., S.H., M.Psi., M.B.A., hadir mengisi kegiatan pembelajaran interaktif serta mendampingi Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMA Swasta Yayasan Kemala Bhayangkari 1 Medan Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Ipda Ricky tidak hanya fokus pada pendampingan tata tertib dan penegakan disiplin sekolah, tetapi juga diisi dengan sosialisasi pencegahan kenakalan remaja. Para siswa diajak untuk memahami bahaya serta dampak buruk keterlibatan dalam kelompok geng motor maupun aksi tawuran antar pelajar yang kerap meresahkan masyarakat.
Selain memberikan pemahaman hukum dan pembentukan mental, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan manajemen organisasi bagi pengurus OSIS SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan. Sesi ini dirancang untuk mendorong lahirnya kepemimpinan siswa yang mandiri, kreatif, dan inovatif di era industri 4.0 menuju mewujudkan Society 5.0.
Ipda Ricky A. Sihotang menekankan pentingnya sinergi antara pendekatan akademis, psikologis, dan kedisiplinan dalam membina para pelajar.
“Anak-anak muda hari ini tidak cukup hanya dibatasi dengan aturan, tetapi perlu dirangkul dan diberi pemahaman yang utuh. Ketika disiplin berpadu dengan ruang kreativitas digital yang tepat, mereka tidak akan tertarik pada kenakalan remaja, melainkan fokus menjadi pemimpin masa depan yang berdampak positif bagi sesama,”* ujar Ipda Ricky.
Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif ini, diharapkan para siswa tidak hanya tertib terhadap aturan sekolah, tetapi juga siap menjadi pionir generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Darmayani )














