Bupati Safriadi Oyon: Kepulauan Banyak Bukan Sekadar Konservasi, tetapi Ruang Hidup dan Aset Masa Depan.

oleh
oleh

Aceh Singkil-CN Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Kepulauan Banyak yang mampu menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat.

 

example banner

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, saat menghadiri Konsultasi Publik Review Dokumen Penataan Blok Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) TWA Kepulauan Banyak di Aula BAPPEDA Aceh Singkil, Kamis (27/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dihadiri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh/mewakili, Kepala BKSDA Aceh/mewakili, Kepala BPKH Wilayah XVIII Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh/mewakili, Asisten 2 Setdakab Aceh Singkil, sejumlah kepala SKPK terkait , Camat Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.

 

BACA  Wabup Bagus Santoso Buka Seminar Sastra Pesisir, Ajak Lestarikan Warisan Sastra Melayu Pesisir.

Selain itu, hadir juga Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Aceh beserta jajaran, Ketua MAA Aceh Singkil, Komandan Pos AL Pulau Banyak, Komandan Polairud Singkil, para Imuem Mukim dan Keuchik, Panglima Laot Aceh Singkil, NGO Fauna dan Flora, WCS-IP, FFI, Laut Nusantara, YAKOPI, Ecosystem Impact, tokoh masyarakat serta para pelaku wisata.

 

Bupati menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Aceh yang telah membuka ruang dialog dan partisipasi publik dalam proses penataan dan pengelolaan kawasan TWA Kepulauan Banyak.

 

“Kepulauan Banyak bukan sekadar kawasan konservasi. Ia adalah kekayaan alam, identitas daerah, ruang hidup masyarakat, sekaligus aset masa depan Aceh Singkil.”

 

Menurut Bupati, penataan kawasan harus dilakukan secara proporsional dengan menempatkan konservasi, kepentingan masyarakat dan pengembangan ekonomi berkelanjutan dalam satu keseimbangan.

BACA  Sertifikat Hak Pakai Sekolah Rakyat Diserahkan, Bupati: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan.

 

“Konservasi harus kuat, masyarakat harus terlindungi, dan potensi ekonomi harus dapat tumbuh secara berkelanjutan. Jangan sampai konservasi hanya berbicara tentang menjaga kawasan, tetapi mengabaikan masyarakat yang sejak dahulu hidup berdampingan dengan alam.”

 

Bupati juga menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terhadap penataan kawasan dan penyusunan RPJP TWA Kepulauan Banyak, dengan catatan seluruh proses harus transparan, berbasis data, memperhatikan kondisi riil di lapangan serta melibatkan masyarakat.

 

“Jangan sekadar menghasilkan dokumen yang baik di atas kertas, tetapi harus melahirkan kebijakan yang tepat, implementatif, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta keberlanjutan kawasan.”

BACA  Peringati Maulid Nabi Desa Pemuka Eratkan Rasa Kebersamaan.

 

Bupati berharap konsultasi publik tersebut menjadi ruang untuk menyerap berbagai pandangan, persoalan, kebutuhan dan gagasan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, katanya, siap bersinergi dengan BKSDA Aceh dan seluruh pihak untuk membangun tata kelola Kepulauan Banyak yang lebih baik.

 

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang memberikan ruang kepada peserta untuk menyampaikan masukan, saran dan ide inovatif sebagai bahan penyempurnaan dokumen penataan blok pengelolaan dan RPJP TWA Kepulauan Banyak.

 

Pesan utama konsultasi publik ini jelas: alam harus dilindungi, masyarakat harus diperhatikan, potensi harus dikembangkan, dan masa depan Kepulauan Banyak harus disiapkan bersama.

 

Jurnalis :Yudi Sagala CNtv

No More Posts Available.

No more pages to load.