Labuhanbatu selatan CN – Menanggapi hasil temuan tim awak media di lapangan terkait adanya beberapa titik tanaman kelapa sawit yang ditumbuhi epifit (paku-pakuan/gulma yang menempel pada batang), pihak manajemen perkebunan menyampaikan klarifikasi resmi untuk memberikan pemahaman yang berimbang dan transparan kepada publik.
Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa pertumbuhan epifit tersebut memang dijumpai di beberapa titik lokasi. Secara pandangan estetika dan kerapian kebun, kondisi tersebut diakui kurang optimal. Namun demikian, secara teknis budidaya perkebunan, keberadaan epifit dipastikan tidak mempengaruhi produktivitas tanaman maupun hasil panen Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh pohon-pohon tersebut.
“Kami mengakui secara estetika visual kebun terlihat kurang rapi di titik-titik tersebut. Namun secara teknis agronomi, kami tegaskan bahwa epifit tersebut sama sekali tidak mengganggu serapan nutrisi utama pohon dan tidak berdampak pada penurunan produksi buah,” tegas perwakilan manajemen.
Lebih lanjut dijelaskan, pada blok atau plot kawasan yang dipantau oleh awak media, titik yang ditumbuhi epifit tersebut kebetulan berada di area yang sama. Kendati demikian, jika dilihat secara keseluruhan dalam kawasan blok tersebut, kondisi tanaman justru jauh lebih dominan berada dalam keadaan bersih, rapi, dan terkendali.
Kondisi perbedaan visual di lapangan ini terjadi karena kondisi lahan serta kandungan unsur hara di dalam tanah tidak homogen (bervariasi) pada setiap meter perseginya. Perbedaan kandungan unsur hara serta kelembapan mikroklimat inilah yang mempengaruhi cepat atau lambatnya laju pertumbuhan gulma, baik gulma darat di permukaan tanah maupun tanaman epifit yang menempel di batang pohon. Akibatnya, di satu titik pertumbuhan gulma bisa lebih pesat, sementara di titik lain dalam blok yang sama masih relatif bersih dan terkendali.
Pihak manajemen menambahkan bahwa seluruh kegiatan pemeliharaan dan perawatan areal kebun telah terplotting secara sistematis berdasarkan jadwal rotasi kerja berkala. Tim pemeliharaan saat ini terus bekerja secara berkesinambungan menyisir areal sesuai urutan rotasi guna meminimalkan gulma serta menjaga estetika kebun tanpa mengganggu proses produksi. (Avandi)












