NGANJUK,( JATIM ), Media Nasional Cakrawalanusantara.id — Jomsen Silitonga.
Pemuda desa jangan hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Potensi yang ada di sekitar harus mampu dibaca sebagai peluang, dikembangkan secara kreatif, hingga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Desa Kauman, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Selasa (15/9/2026).
Mengusung tema “Membangun Karakter Entrepreneur Karang Taruna Desa Kauman Kota Nganjuk dalam Memanfaatkan Hasil Lokal Menjadi Nilai Tambah Ekonomi”, kegiatan tersebut mendorong Karang Taruna agar tidak hanya menjadi organisasi kepemudaan, tetapi juga tampil sebagai penggerak ekonomi desa.
Prof. Dr. Dewie Tri Wijayati Wardoyo, M.Si., salah satu tim pengabdian UNESA, menegaskan bahwa desa memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan apabila generasi mudanya berani mengambil peluang.
“Kami ingin mendorong Karang Taruna agar tidak hanya menjadi organisasi kepemudaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi desa. Potensi lokal jangan hanya dilihat sebagai sesuatu yang biasa, tetapi harus diolah dan dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah,” ujar Prof. Dewie.
Menurutnya, menjadi entrepreneur tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Keberanian melihat peluang, kreativitas, kemauan belajar, dan kemampuan mengolah potensi yang tersedia justru menjadi modal penting untuk memulai.
“Kalau pemudanya bergerak, potensi lokalnya dikembangkan, maka nilai ekonominya juga akan tumbuh. Dari desa kita bisa melahirkan entrepreneur-entrepreneur baru,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Karang Taruna Desa Kauman didorong untuk mulai memetakan potensi lokal yang ada di lingkungan masyarakat. Potensi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai gagasan usaha maupun produk yang memiliki nilai jual.
Langkah ini dinilai penting agar hasil lokal tidak berhenti sebagai komoditas biasa atau hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan sentuhan kreativitas dan pola pikir kewirausahaan, potensi tersebut diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru.
Tim UNESA yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Prof. Dr. Dewie Tri Wijayati Wardoyo, M.Si., Dr. Ratih Amelia, S.E., M.M., Dr. Riedel Paulus Jacobis, S.E., M.M., serta Achmad Kautsar, S.E., M.M.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menjembatani pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar memberikan materi, tetapi mendorong lahirnya keberanian untuk bergerak dan menciptakan peluang dari lingkungan sendiri.
Sebab, ketika pemuda mampu mengubah potensi lokal menjadi produk bernilai jual, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha. Perputaran ekonomi masyarakat juga berpeluang meningkat dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi desa.
Kini tantangannya ada di tangan pemuda Kauman: tetap menjadi penonton, atau berani mengubah potensi desa menjadi peluang dan cuan.
( Cakrawalanusantara.id / Kabiro Nganjuk )













