CN.ID|MEDAN () – Keinginan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Medan untuk menyampaikan program kerja dan perkembangan olahraga masyarakat ke Walikota Medan, hingga saat ini belum juga terealisasi.
Upaya untuk bertemu dengan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ini sendiri sudah dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan audiensi sebanyak tiga kali, yakni pada tanggal 5 Mei 2026, lalu tanggal 8 Oktober 2026 dan terakhir tanggal 27 Oktober 2026.
Ketika awak media mengkonfermasinya ke ketua Kormi Medan, Idrus Djunaidi, SH melalui telepon selulernya, beliau membenarkan pihaknya sudah tiga kali mengirim surat permohonan audiensi ke Walikota Medan. ” Kami terus berupaya untuk bisa bertemu dengan Bapak Walikota demi menyuarakan aspirasi dan harapan para pegiat yang akan bertanding di Forprovsu,” jelas nya.
Meskipun terkesan tidak lazim sampai 3 kali mengirimkan surat audensi, namun Idrus memakluminya bila Walikota, Rico Waas saat ini tidak bisa menerima pengurus Kormi Kota Medan. ” Kami sangat maklum kalau Pak Rico Waas tidak bisa menerima kami saat ini karena kesibukan beliau dalam menjalankan roda pemerintahan terutama kegiatan kunjungan ke kantor kantor kelurahan,” ucap Idrus.
Menurut idrus rencana beraudensi didasari keinginan dari pengurus yang ingin bisa langsung menyampaikan laporan berbagai kegiatan yang sudah berjalan. Namun bila audensi tidak terlaksana para pegiat tetap akan bertanding di Forprovsu yang akan berlangsung dari tanggal 19 – 26 Nopember 2026. “Salah satu tujuan kita audensi ke Walikota Medan adalah meminta kesediaan waktu beliau untuk melepas kontingen. Setidaknya ada 706 pegiat dari 30 induk organisasi yang akan bertanding akan lebih bersemangat bila mereka tahu Walikota Medan bapak Rico Waas juga punya kepedulian terhadap olahraga masyarakat,” seru nya.
Hal lain yang bisa dimaklumi idrus dengan belum adanya jadwal audensi untuk pengurus Kormi Medan adalah jadwal audensi Walikota Medan saat ini masih berkisar pada organisasi organisasi yang lebih besar seperti Koni Medan dan pertemuan dengan beberapa LSM. “Kami harus sadar diri karena Kormi Medan tidak sepopuler organisasi lain yang ada di Medan dan saat ini hanya menjadi elemen terkecil di tengah masyarakat,” katanya.
Mengakhiri pembicaraannya Idrus minta masalah audensi yang belum terlaksana tidak perlu dibesar besarkan. Kormi Medan akan tetap mendukung semua program kerja Walikota Medan untuk mensejahterakan masyarakat. “Perlu juga diketahui bahwa sebenarnya pada tahun 2025, Walikota Medan juga pernah menolak audensi pengurus Kormi Medan, namun sampai saat ini kami tidak mempermasalahkannya dan terus mendukung program Pemko Medan,” tutup nya**












